Saham Asia Berdarah! Tarif Trump Picu Pembantaian di Lantai Bursa

Saham Asia Berdarah! Tarif Trump Picu Pembantaian di Lantai Bursa

Pasar saham Asia berguguran hebat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor baru yang memicu kekhawatiran global.--

Vietnam dan Bangladesh, misalnya, yang selama ini menjadi basis produksi brand besar seperti Nike dan Lululemon, kini harus menghadapi tarif tinggi—masing-masing 46% dan 37%.

“Asia jadi korban utama dari kenaikan tarif AS. Ini akan berdampak jangka pendek dan panjang bagi negara-negara kecil dengan ekonomi terbuka,” kata Qian Wang, Kepala Ekonom Asia Pasifik di Vanguard.

Bangladesh sendiri mengekspor pakaian senilai US$8,4 miliar ke AS setiap tahun.

Kini, sektor itu terancam terpukul keras.

BACA JUGA:Prabowo dan PM Anwar Ibrahim Bahas Perang Tarif Trump di Malaysia

Kekacauan tak hanya terjadi di Asia.

Tiga indeks utama di Wall Street turun lebih dari 5% pada Jumat lalu, dengan S&P 500 jatuh hampir 6%—mencatatkan pekan terburuk sejak 2020. FTSE 100 di Inggris juga amblas hampir 5%, disusul bursa Jerman dan Prancis yang mengalami kejatuhan serupa.

“Perdagangan berjangka AS juga mengindikasikan sesi perdagangan berikutnya akan lebih parah,” kata Lee.

BACA JUGA:Florian Wirtz 'Kartu Trump' Manchester City, Penerus Kevin De Bruyne di Skuad The Citizens

Pasar saham global telah kehilangan triliunan dolar sejak Trump mengumumkan tarif impor 10% untuk hampir semua negara.

Barang-barang dari mitra dagang utama seperti China, Uni Eropa, dan Vietnam kini menghadapi beban tarif yang jauh lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: