Terungkap! Sebelum Viral, Dokter Cabul Garut Pernah Ditonjok Suami Pasien

Terungkap! Sebelum Viral, Dokter Cabul Garut Pernah Ditonjok Suami Pasien

Terungkap! Sebelum Viral, Dokter Cabul Garut bercerai dari istri karena kelainan seksual-Tangkapan Layar-

BACA JUGA:POGI Berdalih Pelecehan Dokter Kandungan pada Bumil di Garut saat USG adalah Kasus Lama

Hingga kini, pendataan korban masih berlangsung. "LBH Padjadjaran membuka posko pengaduan mulai tanggal 15 April 2025. Sampai hari ini belum ada korban yang melapor"

Sementara dari pihak kepolisian, Dirkrimum Polda Jawa Barat Kombes Surawan mengatakan bahwa pelaku sudah diamankan sembari pihaknya terus mendalami kasus ini.

"Dokter sudah diamankan. Sementara saat ini ada dua korban," kata Surawan, 15 April 2025.

Kasatreskrim Polresta Garut, AKP Joko Prihatin mengatakan Wakil Direktur klinik yang menjadi TKP tengah diperiksa pihaknya.

BACA JUGA:Parah! Begini Detik-Detik Ibu Hamil di Garut Dilecehkan Dokter Kandungan saat USG, Tangan Bukan ke Perut

BACA JUGA:Syok! Ibu Hamil di Garut Diduga Dicabuli Dokter Kandungan Saat USG, Kemenkes Bekukan STR

"Saksi dari dokter jaga atau dokter wakil direktur itu lagi kita mintai keterangan dan kita sambil nyari siapa sih korbannya, karena sampai saat ini kita belum mendapat laporan," katanya saat dikonfirmasi disway.id, Selasa 15 April 2025.

Meski masih mencari korban dan terduga pelaku, pihaknya terus menyelidiki kasus itu saat ini.

"Tetapi tidak terpaku dari laporan, tapi karena itu viral dan ada kejadian tindak pidana tetap kita lanjutin, sambil mencari korbannya," ujarnya.

BACA JUGA:Bruk! Kecelakaan Terjadi di Garut, Pengendara Motor Masuk dalam Kolong Truk

BACA JUGA:LKC Dompet Dhuafa bersama Wakil Bupati Garut Bahas Program Bidan untuk Negeri

Adapun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa pihaknya telah bertindak atas viralnya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dokter kandungan asal Garut, dr. MSF, SpOG.

"Kemenkes sudah koordinasi dengan KKI untuk nonaktifkan sementara STR-nya sambil menunggu investigasi lebih lanjut," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman kepada Disway, 15 April 2025.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads