Terjunkan Alat Berat, Sisa Pagar Laut di Pesisir Tangerang Kembali Dibongkar

Terjunkan Alat Berat, Sisa Pagar Laut di Pesisir Tangerang Kembali Dibongkar

Pagar laut yang masih tersisa di Perairan Kabupaten Tangerang kembali dilakukan pembongkaran yang kali ini menggunakan alat berat pada Rabu 16 April 2025.-candra pratama-

Marto menuturkan bahwa pagar laut yang masih tersisa itu, menyulitkan para nelayan saat akan mencari ikan di laut.

Terlebih, patahan bambu yang tersembunyi di dalam air kerap merusak jaring dan baling-baling kapal.

BACA JUGA:Kolaborasi Hangat Elnusa Petrofin dengan Para Jurnalis, Gelar Wokrshop Kode Etik Jurnalistik di Jambi

BACA JUGA:Mitra Dapur MBG Kalibata Gugat Yayasan MBN Rp975 Juta: Kami Ingin Uang Kembali!

"Justru bambu yang patah itu karena tidak terlihat ketika kapal kami melintas di situ. Secara tidak langsung, kekhawatiran kami bisa terkena baling-baling," paparnya.

"Kemudian juga saat penebaran jaring juga tidak tahu karena ada patok-patok itu bisa merusak alat tangkap kami," sambungnya menutup.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Disway.id di perairan Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, cerucuk bambu berukuran besar dan berjajar itu tampak berdiri kokoh.

BACA JUGA:Manfaatkan Celah di Tengah Penurunan Industri Tekstil Tanah Air, Sigma Tawarkan One Stop Solution

BACA JUGA:Ramaikan Persaingan Rally Nasional, Dewa United Motorsports X MSRT Targetkan Juara Nasional Songsong Kejuaraan Internasional

Bilah bambu yang menancap ke dalam permukaan laut tersebut tampaknya mustahil jika dicabut dengan mengandalkan tenaga manusia.

Di sisi lain, satu unit kapal pengawasan perikanan dan dua kapal boat dari Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, tampak sudah bersiaga di sekitar kavling pagar laut. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads