Hari Kartini 2025 dan Warisan Perjuangan: Perempuan Bukan Lagi Sekadar Dapur, Sumur, Kasur
Biografi dan sejarah perjalanan Kartini--Perpusnas
JAKARTA, DISWAY.ID - Selamat Hari Kartini 2025!
Pada hari ini, para perempuan diminta untuk bersemangat meneladani semangat Kartini sebagai perempuan yang mandiri dalam balutan emansipasi.
Mengenang perjuangan Kartini, tentu kita sebagai perempuan menyadari betapa pentingnya memiliki semangat untuk berjuang dan berdikari.
Yuk intip bagaimana sejarah dan perjalanan biografi seorang Kartini yang dikenal dengan Habis Gelap Terbitlah Terang.
BACA JUGA:Spesial Hari Kartini! Ambil 14 Kode Redeem FF Terbaru, 21 April 2025
Sejarah Kartini
Dikutip dari laman arsip Perpusnas, pada 21 April 1879, di Jepara lahirlah seorang bayi perempuan dari keluarga bangsawan Jawa.
Namanya Raden Ajeng Kartini. Lahir sebagai anak Bupati Jepara, R.M.A.A. Sosroningrat, dan M.A. Ngasirah, Kartini tumbuh dalam lingkungan yang relatif lebih terbuka dibanding perempuan pada umumnya saat itu.
Ia adalah anak beruntung yang bisa menikmati pendidikan di Europese Lagere School (ELS), sekolah elite dengan pengantar bahasa Belanda.
Namun, kemajuan itu bukan tanpa batas.
Setamat ELS, cita-citanya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi di Semarang—bahkan ke Belanda—harus pupus karena penolakan sang Ayah.
Kecewa tak bisa terus belajar, Kartini justru membuktikan keteguhan cita-citanya lewat jalan lain: menulis.
Dalam surat-suratnya kepada sahabat-sahabat Belanda, Kartini menggambarkan kehidupan rakyat kecil, keterbelakangan kaum perempuan, dan kritiknya terhadap pejabat kolonial yang mengabaikan pendidikan bagi bumiputera.
Kartini tidak hanya memimpikan kesetaraan, ia mewujudkannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: