Bandara Yaman Hancur Total Diserang Israel, Trump: Mereka Menyerah

Bandara Yaman Hancur Total Diserang Israel, Trump: Mereka Menyerah

Serangan Israel ke Bandara internasional Yaman yang berada di ibu kota Sanaa mengakibatkan 3 dari 7 pesawat penumpang milik Yemenia Airlines hancur.-dok disway-

Oman mengonfirmasi langkah tersebut dilakukan setelah Presiden Trump mengumumkan bahwa Amerika akan mengakhiri serangannya terhadap Houthi setelah kelompok tersebut setuju untuk berhenti mengganggu kapal-kapal di Laut Merah.

Amerika Serikat dan Houthi Yaman telah mencapai kesepakatan gencatan senjata, mediator Oman mengumumkan, dengan mengatakan kesepakatan tersebut akan memastikan kebebasan navigasi di Laut Merah tempat kelompok yang didukung Iran tersebut menyerang pengiriman barang.

BACA JUGA:Ajukan KUR BNI 2025 Anda Bisa Dapat Modal Usaha hingga Rp500 Juta dengan Cicilan Ringan, Intip Tabel Angsuran dan Syarat Pengajuan

BACA JUGA:Detik-Detik Pabrik Styrofoam di Cikupa Ludes Terbakar, Miliaran Melayang

Hal tersebut dilakukan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengakhiri serangannya terhadap Houthi setelah kelompok yang didukung Iran tersebut setuju untuk berhenti mengganggu kapal-kapal di Laut Merah. Namun Trump tidak menyebutkan secara langsung serangan baru-baru ini terhadap sekutu Israel.

Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengatakan pada hari Selasa bahwa setelah diskusi dan kontak baru-baru ini dengan tujuan de-eskalasi, berbagai upaya telah menghasilkan kesepakatan gencatan senjata antara kedua belah pihak.

"Tidak ada pihak yang akan menyerang pihak lain dan memastikan kebebasan navigasi dan kelancaran arus pengiriman komersial internasional di Laut Merah,” tambahnya.

BACA JUGA:Pramono Resmikan Program 15 Golongan Gratis Naik Transportasi Umum

BACA JUGA:Prediksi PSG vs Arsenal: Gagal Raih Juara Liga Inggris, The Gunners Incar Trofi Liga Champions

Trump mengatakan kelompok yang didukung Iran itu telah menyerah setelah kampanye pengeboman Amerika selama hampir tujuh minggu yang menewaskan 300 orang dari tokoh-tokoh Houthi.

Kepala komite revolusioner tertinggi Houthi Yaman, Mohammed Ali al-Houthi, mengatakan penghentian agresi Amerika terhadap Yaman akan dievaluasi.

Ia mengatakan kelompok itu akan terus mendukung Gaza untuk mengakhiri perang, yang mengindikasikan gencatan senjata dengan Amerika tidak termasuk penghentian serangan kelompok itu terhadap Israel.

Houthi telah menembakkan rudal dan pesawat nirawak ke kapal-kapal di jalur perdagangan vital selama perang Israel-Hamas sejak akhir 2023, dengan mengatakan mereka bertindak sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina.

BACA JUGA:Nekat Terobos, Warga Kebon Pala Tersambar Kereta di Perlintasan Stasiun Poris Tangerang

BACA JUGA:Pesan Penting Kepala BP Haji Saat Tutup Pembekalan PPIH Arab Saudi 2025

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads