Drama Marcos-Duterte Filipina Memanas! Presiden dan Wapres Saling Jegal di Pemilu Sela
Pemilu sela di Filipina pada Senin 12 Mei 2025 menjadi ajang adu kekuatan dua dinasti politik paling berpengaruh di negara itu—keluarga Marcos dan Duterte.--Getty Image/BBC
FILIPINA, DISWAY.ID - Pemilu sela di Filipina pada Senin 12 Mei 2025 menjadi ajang adu kekuatan dua dinasti politik paling berpengaruh di negara itu—keluarga Marcos dan Duterte.
Jutaan warga Filipina berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara dalam pemilu tengah periode yang dinilai sebagai referendum atas konflik terbuka antara Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan Wakil Presiden Sara Duterte.
Pemilu ini akan menentukan lebih dari 18.000 jabatan, mulai dari kursi di DPR hingga posisi walikota yang diperebutkan dengan sengit.
Namun sorotan utama tertuju pada perebutan kursi senat, yang dipandang krusial dalam menentukan masa depan politik Sara Duterte, yang tengah menghadapi proses pemakzulan dilansir dari The Guardian.
BACA JUGA:Negosiasi Tarif, Kadin Optimis Perdagangan Indonesia-AS Bisa Tembus 80 Miliar
Sara Duterte di Ujung Tanduk
Sara Duterte, yang sebelumnya adalah sekutu dekat Marcos, kini menjadi musuh politiknya.
Setelah dimakzulkan oleh DPR pada Februari lalu atas dugaan korupsi dan rencana pembunuhan terhadap presiden, nasib politiknya akan ditentukan oleh pemilu ini.
Sebanyak 12 senator yang terpilih akan duduk sebagai separuh juri dalam sidang pemakzulan yang dijadwalkan pada Juli mendatang.
Jika kalah suara, Sara bisa dilarang seumur hidup dari jabatan publik.
Dalam pidato kampanye terakhirnya, Duterte mengecam tuduhan terhadap dirinya sebagai fitnah yang menyeret nama baik keluarganya.
Ia juga menyebut pemindahan ayahnya ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sebagai “penculikan”.
Di saat putrinya bertarung mempertahankan posisinya, mantan presiden Rodrigo Duterte—yang ditangkap dan dikirim ke ICC atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam perang narkobanya—masih muncul dalam daftar calon wali kota Davao, kampung halaman keluarga Duterte.
Meskipun kini berada dalam tahanan di Den Haag, survei lokal menunjukkan ia tetap menjadi kandidat terkuat di kota tersebut.
BACA JUGA:Kadispenad: Lahan Ledakan Amunisi di Garut Milik BKSDA dan Jauh dari Pemukiman Warga
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: