Drama Marcos-Duterte Filipina Memanas! Presiden dan Wapres Saling Jegal di Pemilu Sela

Drama Marcos-Duterte Filipina Memanas! Presiden dan Wapres Saling Jegal di Pemilu Sela

Pemilu sela di Filipina pada Senin 12 Mei 2025 menjadi ajang adu kekuatan dua dinasti politik paling berpengaruh di negara itu—keluarga Marcos dan Duterte.--Getty Image/BBC

Bahkan, tim kampanye menggunakan replika karton bergambar Duterte sebagai pengganti fisik dalam kampanye.

Sebelum hari pemungutan suara, tujuh dari dua belas kandidat teratas adalah pendukung Marcos, sedangkan empat lainnya pro-Sara Duterte.

Dua kandidat lainnya—termasuk Imee Marcos, kakak presiden yang dikenal independen—didaftarkan sebagai anggota kehormatan partai Duterte (PDP-Laban) untuk memperkuat barisan pro-wapres.

Langkah ini diambil untuk memperbesar peluang mempertahankan pengaruh Sara di senat.

Ia membutuhkan setidaknya sembilan suara di senat agar tetap punya harapan dalam pencalonan presiden 2028.

BACA JUGA:Jumlah Korban Ledakan Amunisi di Garut Berjumlah 13 Orang, Ini Daftarnya

Pemilu Diwarnai Kekerasan dan Dugaan Suap

Seperti pemilu sebelumnya di Filipina, kekerasan kembali mencoreng proses demokrasi.

Sedikitnya 16 orang tewas menjelang pemilu, termasuk calon anggota dewan kota dan petugas pemilu.

Di Mindanao, dua pria bersenjata—salah satunya kandidat anggota dewan—tewas dalam baku tembak dengan aparat.

Di Cebu, aparat juga menggagalkan upaya penyelundupan uang tunai senilai 441 juta peso (sekitar Rp125 miliar) yang diduga digunakan untuk menyuap pemilih.

BACA JUGA:TNI AD Investigasi Penyebab Ledakan Amunisi di Garut

Lebih dari 163.000 polisi dan ribuan personel militer dikerahkan untuk mengamankan proses pemilu yang berlangsung di tengah tensi politik yang membara.

Dengan hasil pemilu sela yang akan sangat memengaruhi arah politik Filipina ke depan, banyak pihak melihat ini sebagai titik balik antara dua klan yang berebut kekuasaan.

Apakah rakyat akan berpihak pada presiden yang masih memegang kendali atau pada keluarga Duterte yang meski dalam tekanan, tetap punya basis massa yang kuat?

Satu hal yang pasti, drama politik di Filipina belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads