Ogah Punya Anak, Angka Bayi Lahir di Malaysia Anjlok! Indonesia Gimana?

Ogah Punya Anak, Angka Bayi Lahir di Malaysia Anjlok! Indonesia Gimana?

Ilustrasi bayi: Tren penurunan kelahiran ternyata tak hanya terjadi di Malaysia. Indonesia juga menunjukkan penurunan angka fertilitas yang signifikan.-Pixabay/ marvelmozhko-Pixabay/ marvelmozhko

KUALA LUMPUR – Malaysia tengah menghadapi krisis fertilitas yang makin nyata.

Dalam tiga bulan pertama tahun 2025, jumlah bayi yang lahir anjlok tajam hingga mencapai titik terendah dalam sejarah.

Hanya 93.500 bayi tercatat lahir pada kuartal I 2025, turun 11,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini terjadi hampir di seluruh negara bagian, kecuali di tiga wilayah pantai timur Semenanjung Malaysia, yakni Terengganu, Kelantan, dan Pahang.

Ketiga daerah ini masih mencatat tingkat fertilitas (TFR) di atas angka pengganti generasi sebesar 2,1 anak per perempuan. Terengganu menempati posisi teratas dengan TFR 2,9, diikuti Kelantan (2,7) dan Pahang (2,1) dilansir dari MalayMail. 

BACA JUGA:Nipis Madu Smooth Session: Fanmeeting Eksklusif Juicy Luicy untuk Gen Z

Sebaliknya, wilayah urban seperti Penang dan Kuala Lumpur mencatat tingkat fertilitas terendah, hanya 1,2 anak per perempuan.

Bahkan Sabah, yang dulunya punya angka kelahiran tinggi, kini merosot ke angka 1,4 anak per perempuan.

“Sabah mencatat penurunan TFR tercepat, dari 5,5 anak pada 1980 menjadi 1,4 anak pada 2022,” kata Kepala Statistik Nasional Malaysia, Datuk Seri Mohd Uzir Mahidin.

Penurunan ini terjadi merata di semua kelompok etnis.

BACA JUGA:Livin’ by Mandiri Catat Kinerja Positif Lewat Pertumbuhan Transaksi dan Pengguna

TFR etnis Melayu masih berada di angka pengganti 2,1, tapi kelompok etnis Tionghoa mencatat angka terendah dengan hanya 0,8 anak per perempuan.

Ukuran rata-rata rumah tangga Malaysia juga menyusut dari 5,5 orang pada 1970 menjadi hanya 3,7 orang saat ini.

Selama kuartal pertama 2025, rata-rata satu bayi lahir setiap menit, atau sekitar 1.039 bayi setiap hari.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads