Lewat Program ESG, Pupuk Kaltim Dukung Ketahanan Pangan hingga Kejar Target NZE 2060
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam penerapan prinsip Environmental, Social dan Governance (ESG) sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan hingga mengejar target Net Zero Emission (NZE) 2060.-pupuk kaltim-
Dengan berbagai inisiatif dekarbonisasi itu, Pupuk Kaltim menargetkan mampu mengurangi emisi CO2 hingga 32% pada 2030 sesuai dengan Roadmap Dekarbonisasi perusahaan.
Sementara itu dalam jangka panjang, Pupuk Kaltim menargetkan dapat mencapai target nol emisi karbon (NZE) di tahun 2060.
BACA JUGA:Tiba di Bareskrim Pori Terkait Ijazah Palsu, Jokowi Hanya Lempar Senyum kepada Awak Media
BACA JUGA:Pratama Arhan Dipanggil Patrick Kluivert ke Timnas Indonesia, Respon Bangkok United Mengejutkan
“Target penurunan emisi sebesar 32% yang diusung Pupuk Kaltim akan dicapai melalui serangkaian program strategis yang berfokus pada efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, serta penerapan ekonomi sirkular di lini produksi. Komitmen ini sejalan dengan target Net Zero Emission yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2060,” kata dia.
ESG untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani
Komitmen Pupuk Kaltim terhadap aspek lingkungan (Environmental) tidak hanya terfokus pada dekarbonisasi di level operasional pabrik, tetapi juga diterapkan secara menyeluruh, yakni pada inovasi produk yang dihasilkan.
Salah satu implementasinya adalah pengembangan produk pupuk NPK Pelangi Jos yang ramah lingkungan dan mampu meningkatkan efisiensi pemupukan, sekaligus meminimalkan dampak pencemaran tanah.
BACA JUGA:Geger Ratusan Kutang Berserakan di Bekas Gedung Sekolah Bojonegoro, Jumlahnya Ratusan
BACA JUGA:Jadwal Sepak Bola 20, 21, 22 Mei 2025: La Liga Spanyol, Serie A Italia dan MLS
Dengan memanfaatkan mikroba, pupuk ini diformulasikan agar dapat diserap lebih optimal oleh tanaman dan meningkatkan produktivitas pertanian.
“Produk tersebut tengah kami kembangkan selama dua tahun terakhir. Berdasarkan hasil uji coba, pupuk ini mampu meningkatkan efisiensi pemupukan hingga 25% serta mendorong peningkatan produktivitas pertanian sebesar 15%,” ujarnya.
Propan menuturkan inisiatif Pupuk Kaltim juga melingkupi aspek sosial (Social), salah satunya melalui program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR).
Lewat program yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN dan Pupuk Indonesia selaku perusahaan induk, Pupuk Kaltim berupaya menciptakan ekosistem agrikultur yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari penyedia benih, off-taker hingga pihak asuransi dan sumber-sumber permodalan.
Melalui program sosial ini, Pupuk Kaltim mendorong produktivitas pertanian yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: