Saham Manchester United Anjlok, Kena Denda Adidas Rp218 Miliar Gegara Gagal Lolos ke Liga Champions
Saham Manchester United turun tajam usai gagal juara Liga Europa, bahkan Setan Merah terkena denda Adidas lantaran gagal lolos ke Liga Champions musim depan-Tangkapan Layar Instagram@manchesterunited-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Saham Manchester United turun tajam usai gagal juara Liga Europa, bahkan Setan Merah terkena denda Adidas lantaran gagal lolos ke Liga Champions musim depan, menurut The Mirror,
Saham Manchester United anjlok, menyusul kekalahan 1-0 mereka atas Tottenham Hotspur di final Liga Europa, hasil yang menyebabkan klub tersebut tidak dapat bermain di Liga Champions musim depan.
Manchester United juga menghadapi kerugian sebesar 100 juta poundsterling terhadap pendapatan mereka.
BACA JUGA:Liverpool Siapkan Tawaran Transfer Super Fantastis Florian Wirtz, Bikin Bayern Munich Ngeri
Tepat setelah kekalahan tersebut, menurut The Mirror, saham Manchester United turun hampir 8% pada perdagangan awal hari Kamis.
Penurunan paling tajam dalam lebih dari delapan bulan, sebelum stabil pada penurunan 6,7%.
Kegagalan untuk berpartisipasi dalam turnamen paling bergengsi di Eropa berarti Manchester United akan kehilangan pendapatan yang signifikan dari tiket, hak siar televisi, dan kesepakatan sponsor.
Kekalahan Manchester United semakin memperparah musim yang sudah buruk.
Setan Merah saat ini berjuang di posisi ke-16 dalam klasemen Liga Premier, menghadapi risiko menyelesaikan musim di posisi terendah mereka dalam 50 tahun.
BACA JUGA:Rasmus Hojlund Hengkang dari Manchester United Terbuka Lebar, 3 Raksasa Serie A Mengincarnya
Ini juga berarti Manchester United tidak akan berkompetisi di kompetisi Eropa mana pun musim depan, yang berdampak negatif pada pendapatan dan laba pada tahun 2025/2026, ketika klub berupaya membangun kembali skuadnya dan berencana membangun stadion baru senilai 2 miliar. poundsterling.
Keuangan Manchester United telah tegang sejak keluarga Glazer mengambil alih pada tahun 2005, dengan utang lebih dari 1 miliar poundsterling dan kerugian sebelum pajak berjumlah 300 juta poundsterling selama tiga tahun terakhir.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: