Kebutuhan Teknologi GPS di Indonesia Naik Daun, Catat Laba Bersih 68%

Kebutuhan Teknologi GPS di Indonesia Naik Daun, Catat Laba Bersih 68%

Perusahaan teknologi yang dikenal luas sebagai pemilik brand GPS Tracker terbesar di Indonesia ini mencatat lonjakan laba bersih sebesar 68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu--Fox Logger

JAKARTA, DISWAY.ID – Permintaan terhadap solusi pemantauan kendaraan berbasis teknologi terus melonjak, dan hal ini terbukti dari kinerja gemilang PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) di kuartal pertama 2025.

Perusahaan teknologi yang dikenal luas sebagai pemilik brand GPS Tracker terbesar di Indonesia ini mencatat lonjakan laba bersih sebesar 68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tak hanya itu, pendapatan penjualan pun meningkat 13% secara tahunan (YoY).

“Momentum Ramadan dan Lebaran menjadi salah satu katalis peningkatan permintaan, terutama di sektor logistik yang menunjukkan pemulihan signifikan,” ujar Alamsyah Cheung, CEO IOTF.

BACA JUGA:Hasil MotoGP Inggris 2025: Aprilia Pecah Telur, Marco Bezzechhi Menang di Silverstone, Fabio Quartararo Gagal Total

Namun di balik efek musiman, lonjakan kinerja IOTF juga didorong oleh strategi bisnis yang konsisten menekankan pada inovasi, efisiensi harga, dan layanan pelanggan.

Alamsyah menegaskan bahwa perusahaan menjaga harga jual tetap kompetitif — bahkan sering kali menjadi yang paling rendah di pasar — sambil memastikan respons layanan tetap cepat.

Kombinasi ini terbukti efektif menciptakan loyalitas pelanggan dan mendorong peningkatan repeat order.

BACA JUGA:Harga Suzuki Fronx Cocok Gaji UMR, Simulasi Cicilan 2 Juta, Siapkan Versi Hybrid

Kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan penjualan datang dari lini produk terbaru berbasis teknologi mutakhir, seperti Dashcam AI dan sensor bahan bakar untuk kendaraan truk dan alat berat.

Produk-produk ini menjawab kebutuhan industri transportasi dan logistik akan efisiensi serta akurasi pemantauan operasional.

Tak berhenti di situ, IOTF juga meluncurkan alat pelacak ultra tipis yang diklaim sebagai "Apple AirTag tertipis di dunia", sebuah inovasi yang mulai mendapat respons positif dari pasar.

Meski minim gembar-gembor, teknologi ini memperluas cakupan solusi monitoring perusahaan ke segmen konsumen ritel.

BACA JUGA:Besok Pengurus Dekopin se-Indonesia Gelar Rapimnas Perdana, Koperasi Siap Naik Kelas

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads