Salurkan Kurban ke Palestina dan Wilayah 3T Indonesia, Adara Kirim Relawan
Salurkan Kurban ke Palestina dan Wilayah 3T Indonesia, Adara Kirim Relawan-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Lembaga kemanusiaan Adara Relief International hari ini, Rabu (28/5), secara resmi melepas 5 orang relawan untuk program Bagi-bagi Qurban 1446 H.
Mengusung tema “Qurban dari Hati untuk Mereka yang Menanti” ke-lima relawan ini nantinya akan bertugas mendistribusikan hewan kurban ke pengungsian Palestina di Yordania dan ke masyarakat wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.
BACA JUGA:Prabowo Beli Sapi Kurban 1,1 Ton dari Peternak di Jatiasih, Harganya Rp85 Juta
Direktur Utama Adara Relief International, Maryam Rachmayani, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan secara langsung oleh Adara telah dilaksanakan sejak tahun 2017,
Di tahun ini, Adara menargetkan penyaluran sejumlah 1.700 setara kambing, jumlah ini ditargetkan berdasarkan hasil capaian sebelumnya.
“Akan sangat sulit jika kita menyesuaikan kebutuhan lapangan, maka kita akan berupaya semaksimal mungkin sesuai kemampuan lembaga, meski belum mampu mencakup seluruh kebutuhan,” ujar Maryam.
Menanggapi kondisi darurat kemanusiaan yang makin memburuk akibat genosida di Gaza, Adara juga kembali menjalankan strategi penyaluran kurban dalam bentuk kornet daging.
BACA JUGA:Selesai Itu Malaysia! Pemain Diaspora Masuk, Line-up Mewah Timnas U-23 di Piala AFF
BACA JUGA:Ini Daftar Barang Wajib Jamaah Haji saat Wukuf di Arafah
Produk ini memiliki daya simpan hingga tiga tahun dan memungkinkan untuk disalurkan ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Tahun lalu, strategi ini menghasilkan 39.039 kaleng kornet daging kurban yang telah didistribusikan dan dilaporkan kepada para donatur.
Sementara itu, Latifah Hariawati, Direktur Program dan Penyaluran Adara, menyampaikan bahwa, “Kurban akan disalurkan ke berbagai titik di Palestina termasuk Al Quds, Tepi Barat, dan Gaza, serta pengungsian Palestina di Yordania, Lebanon, Suriah, dan Turki Selatan.
“Di Indonesia, wilayah fokus adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hingga kini masih menghadapi tantangan akses dan keterbatasan bantuan.”
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: