Belajar Kerukunan Agama di Indonesia

Belajar Kerukunan Agama di Indonesia

Prof Jamhari Makruf, Ph.D: Belajar Kerukunan Agama di Indonesia-dok disway-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Saat ditanya alasan memilih belajar di Indonesia, Ararat Kostanian, mahasiswa doktor ilmu politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) asal Suriah-Armenia menjelaskan bahwa kecintaannya pada Indonesia berawal dari kisah sang kakek tentang Soekarno.

Kenangan masa kecil melihat foto-foto Soekarno yang selalu ditunjukkan oleh kakeknya menanamkan kesan mendalam.

Pengalaman itulah yang kemudian mendorong Ararat mengambil studi Asia Pasifik saat menempuh pendidikan magister di Australian National University (ANU), Canberra, dengan fokus kajian Indonesia.

BACA JUGA:Reformasi Rantai Pasok Kelapa

BACA JUGA:Erosi Moral di Jantung Tradisi Santri dan Nahdliyyin

Kakek Ararat adalah seorang filsuf sekaligus pemusik Suriah-Armenia yang mengagumi Soekarno, terutama gagasan Pancasila dan perjuangannya melawan kolonialisme.

Setiap kali melihat gambar Soekarno di media, sang kakek selalu menunjukkannya kepada Ararat kecil.

Kisah-kisah itu melekat kuat dan akhirnya mengantarkan Ararat melanjutkan studi doktoralnya di Universitas Islam Internasional Indonesia. 

Suriah-Armenia dan Indonesia

Bangsa Armenia saat ini memiliki negara sendiri, Republik Armenia, yang dikenal sebagai negara Kristen pertama di dunia.

Namun, sebagian besar orang Armenia hidup sebagai diaspora yang tersebar di Rusia, Amerika Serikat, Eropa, Iran, Suriah, dan berbagai wilayah lainnya.

BACA JUGA:Rites de Passage Akhir dan Awal Tahun Baru

BACA JUGA:Industri dan Prestasi Olahraga Kita, Sebuah Refleksi di Tahun 2025

Mereka menganut Gereja Apostolik Armenia yang merupakan bagian dari Ortodoks Oriental.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads