Industri dan Prestasi Olahraga Kita, Sebuah Refleksi di Tahun 2025

Industri dan Prestasi Olahraga Kita, Sebuah Refleksi di Tahun 2025

Final DBL Jakarta di Indonesia Arena sering disebut sebagai showcase geliat industri olahraga di Indonesia.--

Beberapa hari yang lalu, seorang kawan mengirimkan sebuah tautan berita (video). Isinya tentang tim sepakbola amerika (NFL) Kansas City Chiefs yang akan pindah rumah. “Hmm. Menarik,” pikir kami.

Chiefs rencananya akan meninggalkan markas mereka saat ini, Arrowhead Stadium di Missouri. Pindah ke arena baru di Kansas. Arena baru yang kabarnya akan dibangun dengan nilai 2 miliar dolar (dalam pemberitaan lain disebutkan 3 miliar dolar) dan akan rampung pada tahun 2031.

Kami punya sedikit cerita menarik tentang Chiefs dan Arrowhead Stadium. Kami pernah ke sana beberapa tahun lalu, menyaksikan langsung pertandingan NFL Kansas City Chiefs. Nanti kami ceritakan di bagian akhir tulisan ini.

Industri olahraga Indonesia

Tepat satu hari sebelum kawan kami itu mengirimkan berita rencana kepindahan markas Chiefs, Menpora Erick Thohir mengunggah sesuatu di akun instagramnya. Menurut kami cukup menarik. Ia baru menandatangani nota kesepahaman dengan Menpar Widiyanti Putri Wardhana. Sesuatu tentang industri olahraga Indonesia. Berikut takarir lengkapnya:

"Hari ini saya bersama Menteri Pariwisata, Ibu Widiyanti Putri Wardhana, menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan Kementerian Pariwisata.

Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, sinergi antar-kementerian menjadi kunci agar anggaran negara dapat digunakan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. Melalui MoU ini, kami berkolaborasi untuk memperkuat industri olahraga, khususnya dalam mendorong pertumbuhan sports tourism di Indonesia.

Dengan memadukan potensi besar pariwisata nasional dan penyelenggaraan event olahraga bertaraf nasional hingga dunia, kita bersama-sama membangun sports tourism sebagai kekuatan baru dalam mendukung ekonomi Indonesia."

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Erick Thohir (@erickthohir)

Industri olahraga. Dua kata yang malang-melintang dalam beberapa tahun terakhir. Dulu, atau bagi kami setidaknya di dua dekade lebih lalu, obrolan tentang olahraga di Indonesia lebih banyak berkisar di seputar prestasi dan penyelenggaraan. “Industri olahraga” seakan menjadi istilah baru yang mengedepan setelah itu.

Industri olahraga? Pada dasarnya, ia adalah semua kegiatan atau hitungan ekonomi di seputar kegiatan olahraga. Mulai dari penyelenggaraan kegiatan olahraga itu sendiri, jual-beli produk-produk pendukungnya, pemanfaatan fasilitas, dan lain-lain. Sesuatu yang kemudian salah satu aspeknya dibahas (lebih kepada diperkenalkan) di Indonesia Sport Summit 2025, 6-7 Desember lalu, di Indonesia Arena, GBK, Jakarta.

BACA JUGA:DBL-Kemenpora-Kemendikdasmen Bahas Olahraga Pelajar di Indonesia Sports Summit 2025

Pada kegiatan tersebut, Menpora dan beberapa menteri terkait tampil menjadi pembicara kunci. Beberapa sosok praktisi dan pemangku kebijakan juga memberikan pandangannya.

Salah satunya adalah Dony Oskaria, Direktur Operasional (COO) Danantara. Dony kurang lebih menyatakan bahwa nilai-nilai ekonomi terkait sebuah olahraga pada dasarnya bisa diukur. Nilai-nilai ekonomi yang mampu memberi manfaat tak hanya bagi olahraga itu sendiri, tetapi kepada masyarakat luas sekaligus. Termasuk bagi negara.

Sebagai dasar pemikiran, hal tersebutlah yang sepertinya ingin di-“gas” oleh Erick Thohir. Olahraga Indonesia memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi bangsa.

Kami, setuju.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads