Aktivis Greenpeace Diseret dan Diusir dari Indonesia Critical Minerals di Hotel Pullman Buntut Protes Tambang Nikel Raja Ampat
Sejumlah aktivis Greenpeace diseret keluar dari ruangan dan exhibition area oleh petugas keamanan hotel dan panitia.--Greenpeace
JAKARTA, DISWAY.ID - Suasana konferensi Indonesia Critical Minerals Conference 2025 yang digelar di Hotel Pullman, Jakarta, mendadak ricuh.
Aktivis Greenpeace Indonesia, bersama empat anak muda Papua dari Raja Ampat, melakukan aksi damai di tengah pidato Wakil Menteri Luar Negeri, Arief Havas Oegroseno.
Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Nickel Mines Destroy Lives” dan “Save Raja Ampat from Nickel Mining” untuk menyoroti dampak destruktif industri nikel terhadap lingkungan dan masyarakat adat.
Namun, alih-alih mendapatkan ruang dialog, aksi damai ini justru berujung pengusiran.
Sejumlah aktivis Greenpeace diseret keluar dari ruangan dan exhibition area oleh petugas keamanan hotel dan panitia.
Kejadian ini memperlihatkan kontras tajam antara gemerlap konferensi industri nikel dengan jeritan masyarakat terdampak di lapangan.
BACA JUGA:KPK Geledah Dua Kantor Agen Pengurusan TKA terkait Kasus Korupsi di Kemenaker
“Saat mereka bicara soal keuntungan nikel, kami bicara soal kehidupan yang direnggut,” ujar Ronisel Mambrasar, pemuda Papua dari Manyaifun, Raja Ampat, yang turut hadir dalam aksi tersebut dikutip dari laman resmi Greenpeace.
“Kampung kami terancam. Laut yang memberi makan kami akan tercemar. Tambang ini tidak hanya merusak alam, tapi juga memecah belah masyarakat kami.”
BACA JUGA:Jadwal KRL Baru China Lintas Bogor dan Cikarang, Yuk Coba Pengalaman Baru
Surga Terakhir yang Kini Terancam
Raja Ampat, yang dikenal sebagai "surga terakhir di Bumi", bukan sekadar destinasi wisata.
Kawasan ini menyimpan 75 persen spesies karang dunia, lebih dari 2.500 jenis ikan, serta puluhan spesies mamalia dan burung endemik.
Namun kini, ancaman datang dari eksploitasi tambang nikel yang mulai menyusup ke sejumlah pulau kecil di wilayah tersebut.
BACA JUGA:Lee Jae-Myung Resmi Jadi Presiden Baru Korea Selatan, Sah Gantikan Yoon Suk Yeol
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: