Aktivis Greenpeace Diseret dan Diusir dari Indonesia Critical Minerals di Hotel Pullman Buntut Protes Tambang Nikel Raja Ampat
Sejumlah aktivis Greenpeace diseret keluar dari ruangan dan exhibition area oleh petugas keamanan hotel dan panitia.--Greenpeace
Melalui aksi ini, Greenpeace Indonesia menuntut pemerintah untuk menghentikan ekspansi tambang nikel di pulau-pulau kecil dan kawasan konservasi seperti Raja Ampat.
Mereka juga mendesak evaluasi menyeluruh atas kebijakan hilirisasi nikel yang selama ini digembar-gemborkan sebagai strategi pembangunan nasional.
Menurut Greenpeace, pembangunan yang meminggirkan suara rakyat dan merusak alam bukanlah kemajuan, melainkan kemunduran.
Pemerintah diminta untuk menempatkan kelestarian lingkungan dan hak masyarakat adat sebagai prioritas, bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi jangka pendek.
Aksi ini adalah pengingat bahwa Raja Ampat bukan sekadar kartu pos eksotis atau lokasi diving kelas dunia.
Ini adalah rumah bagi ribuan jiwa dan habitat yang tak tergantikan.
Ketika mereka yang hidup di sana berbicara, dunia seharusnya mendengar—bukan menyeret mereka keluar dari ruangan.
“Jika negara sungguh ingin transisi energi berkeadilan, maka keadilan itu harus dimulai dari tanah Papua,” tegas Ronisel.
“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi pembangunan yang menghancurkan kami, itu yang kami lawan.”
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: