ITDP dan Kemenhub Luncurkan Hasil Studi Reformasi dan Peta Jalan Elektrifikasi Transportasi Publik Perkotaan
Institute for Transportation and Development Policy-Istimewa-
Meskipun biaya operasional per kilometer (BOK/km) bus listrik di Surabaya, Surakarta, dan Pekanbaru berpotensi lebih rendah dibanding bus konvensional, rencana penambahan armada di ketiga kota membuat kebutuhan subsidi terhadap APBD justru berpotensi meningkat dibanding tahun anggaran 2024/2025.
BACA JUGA:Riden Binaan AHM Tampil Gacor, Veda Double Winner di Italia, Bintang Podim di Thailand
Tanpa dukungan fiskal dari pemerintah pusat atau sumber pembiayaan alternatif, porsi subsidi elektrifikasi terhadap APBD di Pekanbaru dapat melampaui porsi belanja transportasi publik di kota-kota seperti DKI Jakarta dan Semarang yang saat ini berada pada kisaran 3–5%.
Padahal, kedua kota tersebut secara konsisten sudah memiliki komitmen tinggi terhadap penyelenggaraan transportasi publik. Di Surabaya dan Surakarta, alokasi anggaran tahunan untuk penyelenggaraan transportasi publik dengan bus listrik meningkat hampir tiga kali lipat, dari sekitar 1% menjadi 3% dari APBD per tahun.
Kelima, Pekanbaru menjadi contoh positif sebagai salah satu kota di Indonesia yang mengelola layanan transportasi publik secara mandiri tanpa skema buy-the-service (BTS) dari pemerintah pusat.
Pekanbaru juga telah menetapkan anggaran minimal 5% dari APBD untuk transportasi publik melalui peraturan daerah.
“Kota Pekanbaru merasa terhormat menjadi tuan rumah peluncuran studi penting ini, yang memberikan pembelajaran berharga tidak hanya bagi kami, tetapi juga bagi kota-kota lain yang tengah berupaya beralih ke transportasi publik yang lebih bersih dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Pramono Tegaskan Tak Terima Orang Titipan di Pemprov DKI, Profesionalisme Jadi Prinsip Utama
BACA JUGA:6 Pemain Termahal di Liga Primer! Erling Haaland Tertinggi, Bukayo Saka Kalahkan Florian Wirtz
Kegiatan ini merupakan perumusan strategi reformasi dan peta jalan elektrifikasi transportasi publik di tiga kota percontohan yaitu Kota Pekanbaru, Surabaya, dan Surakarta untuk menggali pembelajaran teknis dan nonteknis secara kontekstual.
Hasil studi ini nantinya akan sangat bermanfaat karena dapat membantu kami dalam upaya percepatan pengembangan infrastruktur dan regulasi yang mendukung elektrifikasi transportasi publik,” ujar Agung Nugroho, Wali Kota Pekanbaru.
Dokumen studi juga mencakup pembaruan toolkit perencanaan elektrifikasi yang dapat digunakan oleh daerah lain untuk merencanakan elektrifikasi transportasi publik.
BACA JUGA:Riden Binaan AHM Tampil Gacor, Veda Double Winner di Italia, Bintang Podim di Thailand
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: