Tradisi Malam 1 Suro di Keraton Yogyakarta dan Solo: Antara Sakralitas dan Warisan Budaya
Prosesi Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Solo-Dok. humas.jatengprov.go.id-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Malam 1 Suro yang jatuh pada Kamis malam, 26 Juni 2025, menandai datangnya Tahun Baru Jawa (bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah).
Malam 1 Suro yang bertepatan dengan 1 Muharram memiliki makna mendalam dalam budaya Jawa.
Bagi Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta (Solo), malam ini bukan sekadar pergantian tahun, melainkan momen sakral yang diwarnai berbagai tradisi spiritual, ritual kejawen, dan kontemplasi diri.
BACA JUGA:Libur Panjang? Ini Cara Cuci Hijab yang Benar dengan Mesin Cuci Polytron Zeromatic
BACA JUGA:45 Ucapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, Penuh Doa Cocok Jadi Caption Instagram
Makna Malam 1 Suro dalam Tradisi Jawa
Dalam tradisi Jawa, 1 Suro dianggap sebagai hari yang penuh kekuatan spiritual.
Malam ini diyakini sebagai waktu terbaik untuk bermeditasi, melakukan tirakat (puasa dan tapa), dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta.
Bagi masyarakat awam hingga kalangan bangsawan keraton, malam 1 Suro menjadi simbol pembersihan batin dan penyucian diri dari segala hal yang bersifat duniawi.
Kirab Pusaka: Ritual Sakral Keraton Yogyakarta
BACA JUGA:Kapan Malam 1 Suro 2025? Ini 5 Weton Paling Beruntung dengan Rezeki Melimpah
BACA JUGA:DANA Kaget Hadir Lagi, Klaim di Sini dan Menangkan Saldo DANA RP350.000
Di Keraton Yogyakarta, malam 1 Suro dirayakan dengan Kirab Pusaka, yaitu arak-arakan benda-benda pusaka keraton yang disimpan dan dijaga turun-temurun.
Pusaka seperti keris, tombak, dan gamelan kuno diarak mengelilingi lingkungan keraton hingga Alun-Alun Utara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: