Penerbangan 2 Kloter Jamaah Haji Asal Surabaya Sempat Tertunda Gara-Gara Serangan Iran di Qatar
Jamaah haji SOC 71 di Sektor 3 Makkah.-Mohamad Nur Khotib/Media Center Haji 2025-
MAKKAH, DISWAY— Konflik geopolitik di Timur Tengah menunjukkan dampaknya secara langsung terhadap mobilitas jamaah haji Indonesia.
Ada 2 kelompok terbang (kloter) yang seharusnya pulang ke tanah air terpaksa ditunda penerbangannya Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, pada Selasa dini hari, 24 Senin 2025.
BACA JUGA:Puan Sebut Pelaksanaan Haji 2025 Banyak yang Dievaluasi, Buka Peluang Bentuk Pansus Haji
Kemenag menyebut ada sekitar 700 jamaah yang terdampak. Yakni kloter SUB 43 yang harusnya terbang pukul 03.50 waktu Arab Saudi (WAS) dan SUB 44 yang terbang pukul 05.10 WAS. Kedua kloter itu menggunakan maskapai Saudi Airlines.
Anda sudah tahu, ketegangan terbaru itu dipicu serangan balik Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar, yang berdampak pada pembatalan sejumlah jadwal penerbangan.
BACA JUGA:KPK Periksa Ustaz Khalid Basalamah Terkait Korupsi Kuota Haji, Apa Statusnya?
"Dan alhamdulillah jamaahnya sekarang sudah ditempatkan di hotel-hotel di Jeddah," ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief, di Makkah, Selasa, 24 Juni 2025.
Hilman menjelaskan bahwa para jamaah tersebut sebenarnya telah tiba di Bandara Jeddah ketika ketegangan meningkat dan maskapai akhirnya memutuskan untuk membatalkan penerbangan demi alasan keamanan.
BACA JUGA:Kemenag Gunakan e‑Penkin untuk Nilai Kinerja Petugas Haji 2025
"Begitu datang ke bandara terjadi eskalasi politik di beberapa wilayah Timur Tengah jadi pihak maskapai menentukan," tuturnya.
Kemenag mengutamakan keselamatan jamaah tetap menjadi prioritas. Langkah cepat diambil untuk mengevakuasi jamaah ke hotel-hotel terdekat.
Meski begitu, belum ada kepastian soal kapan penerbangan pengganti akan tersedia, walau rute melalui Oman yang lebih aman disebut masih bisa digunakan.
Untuk penerbangan selanjutnya masih bisa berlanjut karena maskapai yang kita gunakan banyak yang menggunakan jalur melalui Oman dan itu masih aman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: