Satu Suara untuk Palestina, Indonesia dan Malaysia Perkuat Komitmen Kawasan Damai

Satu Suara untuk Palestina, Indonesia dan Malaysia Perkuat Komitmen Kawasan Damai

Satu Suara untuk Palestina, Indonesia dan Malaysia Perkuat Komitmen Kawasan Damai-Setpres-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menggelar pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 27 Juni 2025.

Pertemuan tersebut tidak hanya mempererat hubungan antarnegara serumpun, tetapi juga menyoroti isu-isu strategis global seperti konflik Timur Tengah, Palestina, serta dinamika kawasan Asia Tenggara.

BACA JUGA:Golkar DKI Jakarta Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim di Peringatan Tahun Baru Islam 1447 H

BACA JUGA:Ketegangan Memuncak, Iran Tolak Inspeksi Nuklir Internasional Pasca Serangan Israel dan AS

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kedua negara sepakat mendorong penyelesaian damai terhadap berbagai konflik yang terjadi di tingkat global.

“Kita membahas perkembangan konflik Iran–Israel dan situasi terkini di Palestina. Kita tetap menganjurkan penyelesaian damai dari semua pihak. Kami menyambut baik adanya gencatan senjata antara Israel dan Iran, dan berharap hal ini menjadi langkah menuju perdamaian permanen,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan pers, Sabtu 28 Juni 2025.

Ia menambahkan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya penyelesaian damai dan mendukung penuh kemerdekaan Palestina.

BACA JUGA:Hasil Kualifikasi MotoGP Belanda 2025: Usai Ancam Yamaha, Fabio Quartararo Pole Position di Assen

BACA JUGA:Polres Tangsel Pasang CCTV di Pos Kamling Cirendeu, Respons Warga Saat Jumat Curhat

“Mengenai Palestina, kita tetap mendukung solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan untuk mengakhiri konflik. Indonesia dan Malaysia memandang perlu adanya upaya kolektif global demi penyelesaian damai,” lanjutnya.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dalam kesempatan yang sama juga menekankan pentingnya kerja sama bilateral dan peran strategis ASEAN dalam menghadapi tantangan geopolitik dunia.

“Dalam menghadapi berbagai isu, termasuk tarif dan hubungan antarnegara, kekuatan kita terletak pada sinergi domestik, bilateral, dan kekuatan kawasan. Semangat ini harus terus dibangun di antara para pemimpin ASEAN,” tuturnya.

BACA JUGA:Esa Unggul Gelar Seminar Psikologi, Tegaskan Peran Nilai Pancasila dalam Membentuk Karakter Bangsa

BACA JUGA:Cetak Talenta Digital SKKL, Kominfo Gandeng Industri dan Kampus: Siapkan SDM Andalan untuk Infrastruktur Laut

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads