Tragedi Rinjani, Jenazah Juliana Marins Diterbangkan Malam Ini
Duka mendalam menyelimuti proses pemulangan jenazah Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang menjadi korban kecelakaan tragis di kawasan Gunung Rinjani, Lombok.--Istimewa
BACA JUGA:Dasco Tanggapi Soal Netizen Brasil Penuhi IG Prabowo untuk Percepat Evakuasi Juliana di Rinjani
Tim penyelamat sempat memantau posisi korban melalui drone dan menemukan Juliana dalam kondisi tersangkut di tebing batu sedalam sekitar 500 meter.
Sayangnya, tidak terlihat tanda-tanda pergerakan dari tubuh korban.
Dalam proses evakuasi, opsi penggunaan helikopter sempat dipertimbangkan untuk mempercepat penanganan. Namun, kondisi cuaca dan medan yang sangat curam membuat keputusan ini harus dikaji secara teknis dan hati-hati.
"Penggunaan helikopter dipertimbangkan, tetapi harus dipastikan kondisi cuaca dan teknis yang memungkinkan. Kami tidak ingin ambil risiko yang justru membahayakan tim," jelasnya.
Meski demikian, tim gabungan tetap siaga penuh dan terus merencanakan upaya evakuasi lanjutan dengan penuh dedikasi.
"Doa kami bersama korban dan keluarganya. Kami akan terus berupaya sekuat tenaga demi kemanusiaan," tegas Kholid.
BACA JUGA:Jasad Pendaki Rinjani Asal Brasil Juliana Diautopsi, Keluarga Ingin Tahu Waktu dan Penyebab Kematian
Juliana Marins bukan hanya seorang pendaki.
Bagi banyak orang yang mengenalnya, ia adalah pribadi yang hangat, penuh semangat, dan mencintai alam dengan tulus.
Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan komunitas pendaki internasional.
Malam ini, jenazah Juliana Marins akan meninggalkan Bali untuk terakhir kalinya.
Sebuah perjalanan panjang menembus benua, dari pegunungan Rinjani hingga Rio de Janeiro, menjadi simbol dari duka dan penghormatan terakhir untuk seorang pencinta alam yang berpulang di tempat yang ia cintai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: