Indonesia Incar Pasar Amerika, Airlangga Ungkap Strategi Perdagangan Terbaru

Indonesia Incar Pasar Amerika, Airlangga Ungkap Strategi Perdagangan Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto -Istimewa-

BACA JUGA:Kantor Pusat Mitsubishi Electric Punya Wajah Baru, Usung Konsep Sustainability di Trinity Tower Jakarta

Dorong Ekonomi Rendah Karbon

Untuk memperkuat hubungan dagang dengan AS, Menko Airlangga juga menambahkan bahwa dirinya juga turut mendorong kerjasama dengan pelaku usaha global, contohnya seperti ExxonMobil. 

Sebagai perusahaan energi global multinasional, ExxonMobil sendiri ikut berkomitmen untuk percepatan transisi menuju ekonomi rendah karbon. 

Untuk itulah, ExxonMobil bersama dengan Kemenko Perekonomian dan Pertamina bersama-sama menjajaki peningkatan volume impor minyak mentah dan LPG dari AS. 

Inisiatif ini sendiri diharapkan mendukung ketahanan energi nasional serta menekan defisit neraca perdagangan sektor energi Indonesia dan AS.

BACA JUGA:PDIP Minta Hasto Divonis Bebas, Hardiyanto Kenneth Nilai Kasusnya Penuh Muatan Politis

BACA JUGA:Natalius Pigai Usulkan Korupsi Masuk Kategori Pelanggaran HAM Berat dalam RUU Baru

“Kami sampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Indonesia terhadap berbagai proyek energi yang telah dan akan terlaksana,” ucap CEO ExxonMobil Indonesia, Wade Floyd.

Negosiasi Masuk ke Putaran Kedua

Sebelumnya, Menko Airlangga telah mengumumkan bahwa proses negosiasi tarif resiprokal dengan AS kini sudah memasuki Putaran kedua. 

Menurutnya, nantinya Pemerintah akan mengirim Delegasi mereka ke Washington DC, Amerika Serikat, untuk mewakili Indonesia dalam negosiasi ini.

Selain itu menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, proses negosiasi ini akan berlangsung secara virtual. Rencananya, proses negosiasi akan berlangsung selama 60-90 hari, dan diperkirakan akan selesai pada 8 Juli 2025.

“Tim AS sangat terbuka untuk diskusi. Mudah-mudahan (proses negosiasi) bisa selesai cepet waktu,” ucap Susiwijono.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads