Pabrik Baterai EV Dibangun, Siapa Diuntungkan?
Ilustrasi industri baterai EV untuk memenuhi elektrifikasi transportasi di tanah air. -dhimas fin-
Pengamat otomotif, Bebin Djuana, menegaskan biaya baterai menyumbang 40-50% dari harga kendaraan listrik. Karena itu, produksi baterai di dalam negeri sangat membantu menekan harga EV.
Dia menekankan perlunya dukungan pemerintah dalam hal keringanan pajak agar manfaat ini dapat dirasakan. Jika dibebani pajak tinggi, manfaat produksi lokal akan hilang.
Bebin Djuana juga mengingatkan keberhasilan adopsi BEV perlu ditunjang dengan pertumbuhan penyediaan SPKLU yang memadai, yang tidak bisa hanya mengandalkan PLN.
"Mengingat besarnya negara kita, jumlah yang dibutuhkan sangat besar dengan nilai investasi yang besar," ujarnya. Ia menyarankan agar pemerintah tidak hanya berhenti pada pembangunan industri BEV dan pembuatan baterai. Tetapi juga menyertakan pembuatan SPKLU beserta pendukung pembangkit listrik alternatif,” ujar Bebin.
Manajemen Limbah Baterai
Aspek krusial yang juga ditekankan Bebin adalah persiapan industri pengolahan limbah baterai.
"Jangan lupa untuk mulai mempersiapkan industri pengolahan limbah baterai," imbuh Bebin yang mengamini kekhawatiran WALHI.
Menurutnya, ini adalah tantangan jangka panjang yang harus dipikirkan dari sekarang untuk mencegah masalah lingkungan di kemudian hari.
Sedangkan Fitra Eri menyoroti keseimbangan pasar yang saat ini timpang. Saat ini didominasi oleh merek dari satu atau dua negara. Utamanya China.
"Inilah yang harus dipikirkan juga oleh pemerintah supaya semua merek itu bisa survive di ekosistem mobil Listrik. Tidak hanya pabrikan dari 1 atau 2 negara tertentu," tegasnya.
Pemerintah perlu menciptakan regulasi yang adil agar konsumen tetap memiliki banyak pilihan merek mobil listrik.
Edukasi dan Infrastruktur Purnajual
Menurut Fitra Eri, masyarakat di kota besar sudah cukup teredukasi tentang mobil EV. Tantangan ke depan adalah infrastruktur yang menjangkau beragam pelosok Indonesia.
Tidak hanya SPKLU tetapi juga layanan after-sales service. Kekhawatiran perawatan dan layanan purnajual di luar kota besar menjadi penghalang adopsi BEV yang lebih merata.
Pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik terbesar di Asia di Karawang oleh Presiden Prabowo Subianto memang menjadi katalisator penting bagi ekosistem EV di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: