Kejanggalan yang Harus Dijawab Penyidik di Kasus Kematian Diplomat Kemlu
ADP (36), seorang Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang ditemukan tewas dengan wajah terlilit lakban. Dari gambar tangkapan layar CCTV, korban masih terlihat beraktivitas normal.-Istimewa-
Kemudian jasadnya sudah tertutup selimut.
Mungkinkah seseorang yang bunuh diri, sebelumnya mau melakukan hal-hal seperti itu?
Dari sekian kasus bunuh diri di Indonesia, rata-rata korban ditemukan karena sengaja minum racun, gantung diri, lompat dari ketinggian dsb.
Tangkapan layar CCTV yang beredar luas, hanya menunjukkan gambar korban keluar masuk kamar kos-kosannya.
Tidak ada video utuh yang seharusnya menjawab keraguan publik.
Dari ponsel korban, tidak diungkap kepolisian dari siapa saja ADP berkomunikasi terakhir kali.
Justru, korban pertama kali ditemukan oleh penjaga kos-kosan setelah dihubungi istri korban.
Tak diketahui sehari atau dua hari sebelumnya korban dan istrinya berkomunikasi apa saja.
Barang kali korban mengeluhkan sesuatu, entah terkait pekerjaannya? Publik belum tahu soal itu.
Atau dari ponsel korban, ditemukan percakapan-percakapan yang dapat dicurigai.
Selanjutnya, polisi juga belum mengungkap hasil keterangan para saksi.
Publik membutuhkan kesaksian baik dari penjaga kos-kosan, istri korban, teman dekat dan rekan kerja korban.
Memang, dalam pemaparan kemarin, polisi menyampaikan, korban masih beraktivitas normal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: