Konflik Bersenjata Thailand-Kamboja Meluas, 14 Orang Tewas dan Ribuan Dievakuasi

Konflik Bersenjata Thailand-Kamboja Meluas, 14 Orang Tewas dan Ribuan Dievakuasi

Konflik bersenjata di perbatasan Thailand-Kamboja memaksa warga sipil mengungsi dalam jumlah besar. Ketegangan meningkat tajam sejak awal pekan.--Reuters

Secara diplomatik, Thailand menarik duta besarnya dari Phnom Penh dan mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok.

Kamboja merespons dengan menurunkan hubungan diplomatik ke level terendah dan memerintahkan diplomat Thailand meninggalkan Phnom Penh.

BACA JUGA:Thailand dan Kamboja Saling Tuding, Ini Penyebab Perang 2 Negara Tetangga Meletus

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengajukan permintaan rapat darurat Dewan Keamanan PBB pada Jumat (25/7/2025), menyebut tindakan Thailand sebagai “agresi serius” yang mengancam stabilitas kawasan.

China, sekutu dekat Kamboja, menyatakan keprihatinan dan menyerukan dialog damai. “Kami berharap kedua pihak menyelesaikan masalah melalui konsultasi,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun, Kamis (24/7/2025).

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, selaku Ketua ASEAN 2025, juga telah berkomunikasi dengan kedua negara untuk meredakan ketegangan.

Sengketa ini berakar dari perebutan wilayah di sekitar kuil Preah Vihear dan Ta Muen Thom, yang telah memicu konflik sejak 2008 setelah Kamboja mendaftarkan Preah Vihear sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Putusan Mahkamah Internasional (ICJ) 1962 dan 2013 memastikan kuil tersebut milik Kamboja, namun Thailand masih mengklaim wilayah sekitarnya.

BACA JUGA:Roket Kamboja Serang Thailand, Ledakkan Pom Bensin dan Gerai 7-Eleven: 9 Orang Tewas

Hingga kini, pertempuran dilaporkan berlangsung di enam titik perbatasan, dengan kedua pihak saling tuding sebagai pemicu. Thailand telah menutup sebagian besar pos perbatasan dan melarang wisatawan mendekati wilayah konflik.

Dampak ekonomi mulai terasa, dengan nilai tukar baht Thailand melemah 0,3 persen menjadi 32,29 per dolar AS pada Kamis (24/7/2025).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads