RSCM Gelar Pemeriksaan Sumbing Gratis, Diikuti 80 Peserta dari Berbagai Daerah di Indonesia

RSCM Gelar Pemeriksaan Sumbing Gratis, Diikuti 80 Peserta dari Berbagai Daerah di Indonesia

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menggelar pemeriksaan sumbing gratis untuk 80 pasien -Disway.id/Hasyim Ashari-

JAKARTA, DISWAY.ID - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menggelar acara bertajuk 'Pemeriksaan Sumbing Gratis' yang diadakan pada Minggu 27 Juli 2025.

dr. Vika Tania, S.B.P.R.E. Subsp.K.M.(K) Bedah Plastik, Kraniomaksilofasial Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo mengatakan bahwa acara 'Pemeriksaan Sumbing Gratis' ini merupakan puncak kegiatan dan diikuti hampir 80 peserta dari seluruh wilayah Indonesia.  

BACA JUGA:HUT ke-498 Jakarta Gelar Operasi Bibir Sumbing hingga Katarak

BACA JUGA:Perang Thailand-Kamboja Makin Jauh dari Gencatan Senjata, Serangan Roket Kembali Terjadi Pagi Ini

"Ya jadi hari ini kita puncak dari acara kegiatan Cleft Awareness yang biasanya kita lakukan setiap bulan Juli setiap tahunnya acara ini diikuti hampir 80 peserta dengan sumbing, baik sumbing bibir, sumbing gusi, sumbing langit," ujarnya kepada awak media dikutip Minggu 27 Juli 2025.

Lebih lanjut, dr. Vika Tania mengatakan acara Pemeriksaan Sumbing Gratis ini juga melibatkan beberapa rekan sejawat medis mulai dari bedah plastik, THT, orthodontist, rehabilitasi medik dan hingga dari Orthodontist.

"Di RSCM ini kita melakukan screening bukan hanya dari sisi diagnostiknya saja tapi disisi ini juga ialah Cleft Craniofacial Centre yang multidisplin jadi kita melibatkan dari bedah plastik, sejawat dari THT, dari rehabilitasi medik dan juga dari Orthodontist," tuturnya.

BACA JUGA:Viral Bus Rombongan Pendaki Gunung Sumbing Tersesat di Kuburan, Cek Faktanya!

80 peserta yang mengikuti acara Pemeriksaan Sumbing Gratis ini dijelaskan dr. Vika Tania  akan melewati beberapa proses hingga dilakukan tindakan operasi sumbing. Mulai dari tahap screening hingga akhirnya ke poli gigi.

"Jadi setiap pasien akan melewati pemeriksaan bedah plastik, THT, rehabilitasi medik dan rujuk. Jadi pasien pertama kali nanti akan masuk ke poli bedah plastik terlebih dahulu buat kita evaluasi apakah masih ada yang perlu kita kerjakan," ujarnya.

"Kalau pasien-pasien yang masih fresh atau masih kecil berarti mungkin perlu lakukan tindakan bedah plastik atau penutupan celah langit atau mungkin revisi-revisi baik hidungnya, gusinya, atau rahangnya itu kita identifikasi. Nanti pasien-pasien itu akan lanjut ke poli gigi untuk dilihat permasalahan giginya ada apa," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads