Darurat Militer! Thailand Pilih Perundingan Langsung dengan Kamboja daripada Mediasi

Darurat Militer! Thailand Pilih Perundingan Langsung dengan Kamboja daripada Mediasi

Pemerintah Thailand menegaskan lebih memilih jalur perundingan bilateral untuk menyelesaikan konflik bersenjata dengan Kamboja ketimbang menerima mediasi dari negara atau organisasi pihak ketiga.-Tangkapan Layar-

BACA JUGA:Pelatih Thailand Maklum Soal Penalti Kakang Diulang, Netizen-nya Justru Meradang!

Kamboja Bawa Kasus ke Dewan Keamanan PBB

Tak tinggal diam, Hun Manet telah membawa isu ini ke Dewan Keamanan PBB, menuduh Thailand melakukan “agresi militer yang tidak diprovokasi dan direncanakan sebelumnya.”

PBB pun telah menjadwalkan pertemuan tertutup untuk membahas permintaan Kamboja tersebut pada Jumat malam.

Ketegangan kali ini dipicu oleh insiden ledakan ranjau darat yang melukai beberapa tentara Thailand.

BACA JUGA:Gawat! Serangan Roket Kamboja Hantam 19 Rumah Sakit di Thailand

Pemerintah Bangkok menuding ranjau tersebut baru saja dipasang oleh pasukan Kamboja, tuduhan yang langsung dibantah oleh Phnom Penh.

Sebagai respons, Thailand menarik pulang duta besarnya dari Kamboja dan memerintahkan pengusiran terhadap duta besar Kamboja di Bangkok.

Meski memilih jalur bilateral, Thailand menegaskan bahwa syarat utama agar dialog bisa berjalan adalah penghentian kekerasan oleh pihak Kamboja.

“Kami tetap pada posisi bahwa mekanisme bilateral adalah cara terbaik. Ini konflik dua negara. Tapi Kamboja harus terlebih dahulu menghentikan tindak kekerasan di perbatasan,” ujar Nikorndej.

Ia menutup pernyataannya dengan kalimat diplomatis, namun penuh tekanan:

 

“Pintu kami masih terbuka.”

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads