Terungkap! Penjaga Kos Geser CCTV di Depan Kamar Kos Diplomat Kemlu Arya Daru

Terungkap! Penjaga Kos Geser CCTV di Depan Kamar Kos Diplomat Kemlu Arya Daru

Istri diplomat yang hilang dilaporkan telah menghubungi penjaga kos sebanyak tiga kali untuk meminta bantuan mencari korban-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Misteri pergeseran kamera CCTV di depan kamar kos tempat ditemukannya jenazah Diplomat Kementlu, ADP (39) akhirnya terkuak. 

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra mengatakan CCTV tersebut digeser atas permintaan istri korban kepada penjaga kos.

BACA JUGA:Anggota TNI Ditusuk 13 Kali di Blok M, Pelaku Diamankan Dirumahnya

BACA JUGA:Warga Kampung Bayam Teken Kontrak Hunian di HPPO JIS, Gratis Sewa 6 Bulan Plus Dapat Akses Kerja

Dijelaskannya, perubahan arah CCTV itu terjadi dalam konteks upaya membuka paksa kamar ADP yang tak kunjung merespons saat dihubungi.

"Terkait dengan CCTV kenapa bergeser, hal tersebut terjadi setelah adanya permintaan dari istri kepada penjaga kos. Waktu itu lewat telepon sama saksi berinisial S," katanya kepada awak media, Selasa 29 Juli 2025.

Diterangkannya, permintaan itu ditujukan agar kamar korban bisa didobrak, karena sang istri khawatir terhadap kondisi suaminya yang tidak bisa dihubungi.

"Hal tersebut disampaikan (penjaga ke) pemilik kos dengan menggeser sudut CCTV," terangnya.

Setelah CCTV digeser, penjaga kos pun akhirnya mendobrak pintu dan jendela kamar ADP. Proses pembukaan paksa itu turut didokumentasikan oleh salah satu teman sekamar ADP, yang juga ikut membantu.

BACA JUGA:Wacana Gibran Berkantor di IKN Atau Papua, Kaesang : Sangat Baik, Supaya Semuanya Merasakan

"Hal ini juga diperkuat dengan adanya video yang diambil oleh teman sekamarnya yang ikut mendobraknya," ucapnya.

24 Saksi Diperiksa

Sementara Polda Metro Jaya telah memeriksa 24 saksi terkait kematian Diplomat Kemenlu, ADP.

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak mengatakan bahwa pemeriksaan saksi-saksi tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang lebih banyak tentang kasus ini.

"Dari 24 saksi yang diperiksa, 6 orang berasal dari tempat tinggal korban, termasuk penjaga kos, 1 orang keluarga yaitu istri korban, 7 orang dari lingkungan kerja, 4 saksi lainnya yang berhubungan dengan korban, termasuk sopir taksi dan dokter rawat jalan," bebernya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads