Elon Musk Ceroboh, Tesla Babak Belur di AS, Penjualan Global Hancur Lebur!
Tesla kehilangan loyalisnya secara masif di Amerika Serikat. Penjualan secara global pun turun!-Techeconomy-
Seorang analis S&P, Tom Libby menyebut penurunan pelanggan setia Tesla terjadi begitu cepat ke level rata-rata industri, "belum pernah terjadi sebelumnya".
"Saya belum pernah melihat penurunan secepat ini dalam waktu sesingkat itu," ujarnya.
Pada Senin lalu, Tesla memberi Musk 96 juta saham senilai USD29 miliar. Pendapatan tersebut membuat Musk mempertahankan statusnya sebagai pengusaha miliader di pucuk pimpinan.
BACA JUGA:Wuling Catatkan 2.395 Surat Pemesanan Kendaraan dan 2 Penghargaan Dalam GIIAS 2025
Yang menarik pencapain tersebut terjadi ketika Musk melawan para pemegang saham di pengadilan yang membatalkan kesepakatan fee, karena dianggap tidak adil.
Menurut seorang analis dari Morningstar, Seth Goldstein menyebut, menurunnya loyalitas Tesla menunjukkan bahwa keterlibatan Musk dalam politik membuat pelanggan berbasis pelopor kendaraan listrik yang sadar lingkungan menjadi kurang tertarik.
"Jika mereka condong ke Demokrat, mungkin mereka akan mempertimbangkan merek lain selain Tesla," ujarnya. Ini menjadi pukulan bagi Musk.
Apalagi, dalam beberapa periode terakhir, ia tampak mengkampanyekan Party America yang digaungkannya di X.
Ancaman terhadap Tesla masih amat memungkinkan selama Musk tetap ngotot keterlibatannya di dunia politik AS.
Contoh nyata adalah Musk mengabaikan permintaan konsumen akan model terbaru dari Tesla.
Jajaran model Tesla yang sudah usang juga menghadapai gejolak persaingan ketat dari produsen kawakan yang mulai gencar memasarkan kendaraan listrik.
Sebut saja General Motors (GM), Hyundai, dan BMW. Ketiga merek ini begitu masif mengeluarkan berbagai model mobil listrik, di mana secara teknologi tak kalah menarik dari Tesla.
Satu-satunya model baru yang dirilis oleh Tesla sejak 2020, Cybertruck yang berbentuk segitiga itu, terbukti gagal meskipun Musk memprediksi penjualan tahunannya dapat mencapai ratusan ribu unit.
Saat menggelar laporan pendapatan pada April, CFO Tesla, Vaibhav Taneja menyoroti dampak negatif vandalisme dan permusuhan yan tidak beralasan, berdampak negatif pada citra merek dan moral karyawan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: