Kabar OTT Bupati Kolaka Timur Dibantah, DPR Ingatkan KPK Jangan Bikin Drama!
Sahroni menegaskan bahwa KPK seharusnya tidak menciptakan "drama" dalam penegakan hukum.-Disway/Fajar Ilman-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, membantah kabar yang menyebutkan bahwa Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sahroni menegaskan bahwa KPK seharusnya tidak menciptakan "drama" dalam penegakan hukum.
BACA JUGA:Menbud Fadli Zon Sepakat dengan Abdul Mu'ti, Game Roblox Berpotensi Picu Perilaku Copycat
BACA JUGA:Dokter Detektif Klarifikasi Soal Dicabutnya Izien Edar Produk Skincarenya oleh BPOM
"Kami menghormati hukum dan proses penyelidikan, tetapi jangan membuat drama di ruang terbuka, terutama di media sosial. Abdul Azis ada di sebelah saya dan sedang mengikuti Rakernas. Kalau berita yang tidak ada jadi ada, itu tentu menjadi pertanyaan besar," ujar Sahroni tegas, merujuk pada kabar yang beredar di Makassar, Kamis 7 Agustus 2025.
Menurut Sahroni, penyelidikan dan OTT seharusnya dilakukan dalam satu waktu dan tempat ketika tindak pidana dilakukan.
Ia juga menyayangkan pernyataan Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, yang menyebutkan adanya OTT terhadap kepala daerah di Sulawesi Tenggara, yang dalam kenyataannya, Abdul Azis sedang mengikuti agenda resmi partai di Makassar pada saat yang bersamaan.
BACA JUGA:Drama Pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte Pupus di Senat Filipina
BACA JUGA:Cara Download Logo Resmi HUT RI ke-80 Tahun 2025 di Situs Resmi Kemensesneg, Gratis!
"Framing yang terjadi sangat disayangkan, karena belum ada proses hukum yang berjalan secara formal," ucap Sahroni.
Ia pun mengingatkan agar KPK tidak menciptakan kegaduhan publik dengan menyebut OTT tanpa bukti yang jelas.
"Jika Bupati ini menjadi target penegakan hukum, silakan lakukan sesuai proses, tapi jangan buat kegaduhan. Publik sekarang lebih pintar, tidak bisa dibodohi," tegasnya.
KPK Dinilai Memicu Opini Sesat
Sementara itu, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem, Rudianto Lallo, juga turut mengkritik penyebaran informasi yang tidak jelas kebenarannya tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: