Cara China Basmi Virus Chikungunya, 300.000 Kasus Sejak Awal 2025, Momok Bagi Global!
Virus Chikungunya yang dipicu gigitan nyamuk ini menjadi isu global dalam masalah kesehatan. Setidak hampir 300.000 kasus ditemukan, tertinggi di Amerika Serikat.-Freepik-
Kebanyakan kasusnya, gejala yang dialami pasien merasa normal atau kondisi tubuh lebih baik dalam sepekan.
Hanya saja, dari kebanyakan kasus, nyeri sendi dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Obat untuk virus Chikungunya sendiri belum ditemukan. Tetapi dampak kematiannya jarang terjadi.
Jika nyamuk yang terinfeksi menggigit manusia yang sehat, virus ini akan masuk ke dalam aliran darah.
Adapun penyitas yang paling berisiko terkena Chikungunya secara serius termasuk bayi baru lahir, orang tua lanjut usia, dan mereka yang memiliki masalah kesehatan seperti penyakit jantung atau diabetes.
Seperti disinggung tadi, belum ada obat untuk Chikungunya, tetapi angka kematiannya rendah, kecuali pada populasi berisiko tinggi.
Jika nyamuk yang tidak terinfeksi menggigit orang yang sudah terinfeksi, ia akan menghisap virus dari darah orang tersebut, kemudian menjadi pembawa yang dapat menularkan virus ini kepada orang lain melalui gigitan.
Seberapa Parah Penyebaran Chikungunya saat Ini?
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lonjakan kasus Chikungunya dimulai pada awal 2025.
Wabah ini menyebar ke sebagian besar di Kepulauan Samudra Hindia, termasuk La Reunion, Mayotta dan Mauritius.
Di La Reunion misalnya, lebih dari 47.500 kasus Chikungunya, dengan 12 kasus kematian dilaporkan hingga Mei 2025.
Menurut WHO tingkat penularannya tinggi dan berkelanjutan di seluruh pulau tersebut.
Sementara ECDC melansir per 18 Juli, terdapat lebih dari 54.000 kasus Chikungunya dilaporkan dari La Reunion.
Sehingga sekarang dampak wabah Chikungunya dianggap paling serius di La Reunion sejak epidemi tahun 2005-2006.
Pada periode tersebut diperkirakan dampak Chikungunya menelan korban sekitar 244.000 hingga lebih dari 300.000 kasus.
Otoritas setempat telah mendorong upaya kesehatan masyarakat berskala besar untuk mengendalikan perkembangbiakan nyamauk dan membatasi penularan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: