Perdagangan Indonesia-Peru Capai 479 Juta Dolar AS, Kadin: IP-CEPA Untungkan Pengusaha
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan Presiden Republik Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra-Istimewa-
"Di antaranya adalah perusahaan mi instan dan Freeport, dan Peru juga merupakan produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Amerika Latin.ungkap Anindya,
"Kita bisa menjadi navigator Peru di ASEAN, dan sebaliknya Peru menjadi navigator kita di Amerika Latin," tandas Anindya.
Indonesia jadi Mitra Dagang Terbesar Peru
Sementara itu, Presiden Republik Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra memaparkan bahwa pada 2024, Indonesia menjadi mitra dagang ke-6 terbesar Peru di Asia dengan nilai perdagangan bilateral mencapai 699,1 juta dolar Peso, naik 23 persen dibanding 2023.
BACA JUGA:PPATK Bantah Blokir Rekening Yayasan Cholil Nafis: Bank yang Kategorikan Tidak Aktif
BACA JUGA:Tanggapi Kader Lompat ke PSI, Puan: Monggo Saja
Dengan pencapaian ini, dirinya turut mengundang investor Indonesia untuk memanfaatkan peluang di berbagai proyek strategis, termasuk hub logistik dan industri di Chancay (kota di Peru), pelabuhan baru di Callao (kota di Peru), proyek kereta api, serta sektor energi terbarukan dan pertanian.
"CEPA akan menjadi instrumen kunci untuk meningkatkan dan mendiversifikasi perdagangan. Peru adalah mitra yang stabil dan dapat diandalkan. Di pemerintahan saya, kami percaya bahwa pembangunan sebuah negara dibangun melalui investasi, keterbukaan perdagangan, teknologi, kerja sama, dan prospek masa depan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: