Menkes Budi Gunadi Tegaskan: Gula Pembunuh Utama, Cukai Minuman Manis Segera Diterapkan
Menkes Budi Gunadi Sadikin-Istimewa-
"Itu sebabnya kalau di negara-negara maju seperti negara Eropa, Amerika atau di Singapura, itu diatur dengan sangat ketat. Karena kematian, penyebab kematian nomor 1 untuk negara-negara maju tersebut.
BACA JUGA:Dasco Benarkan Immanuel Ebenezer Pernah Nyaleg Melalui Partai Gerindra
BACA JUGA:Polisi Pastikan Situasi Demo di DPR Terkendali, Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
Itu sebabnya kalau saya dari sisi kesehatan sangat berharap agar rakyatnya, masyarakat ini bisa dididik, yuk kita kurangi gula maksimal kan 2 sendok makan per hari," ujar Menkes Budi.
"Dan diukur cek kesehatan gratis, itu program gratis yang Bapak Presiden ketahuan tuh gulanya diatas 200 atau enggak.
Termasuk wartawan banyak, teman-teman saya wartawan juga meninggal umur 40-an gara-gara masalah gula. Pak terkait perbaikan SOP obat cacing, kemarin Pak Pratikno sudah bilang," tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa banyak orang tidak menyadari betapa cepatnya gula dari MBDK diserap tubuh dan berkontribusi langsung pada penumpukan lemak visceral, yang merupakan faktor risiko utama PTM.
Cukai sebagai Instrumen Pengendalian
Rencana pengenaan cukai pada MBDK bukan hal baru. Wacana ini telah bergulir sejak beberapa tahun lalu dan kini kembali menguat seiring dengan komitmen pemerintah untuk mengatasi krisis kesehatan akibat gaya hidup yang tidak sehat.
BACA JUGA:Cara Cuan Saldo DANA Gratis Hari Ini 2025, Tips Aman dan Terbukti untuk Dompet Digitalmu
BACA JUGA:Imbas Demo Ricuh, Pimpinan DPR Pastikan akan Tampung Aspirasi Masyarakat
Cukai dianggap sebagai instrumen fiskal yang efektif untuk mengendalikan harga dan pada akhirnya, menurunkan tingkat konsumsi MBDK di masyarakat.
Dengan harga yang lebih tinggi, diharapkan masyarakat akan lebih bijak dalam memilih minuman dan beralih ke pilihan yang lebih sehat, seperti air putih atau minuman tanpa gula.
Pemerintah optimistis bahwa langkah ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.
Selain itu, pendapatan dari cukai ini direncanakan akan dialokasikan kembali untuk membiayai program-program kesehatan preventif dan promotif, menciptakan siklus yang saling menguntungkan antara kebijakan fiskal dan kesehatan publik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: