Prevalensi Rentan Kanker Sampai 1 Persen, Wanita Ternyata Lebih Takut Periksa Kesehatan
Kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) secara konsisten menempati urutan teratas sebagai jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia.-Disway/Hasyim Ashari-
David Utama menilai bahwa semakin dini kanker dideteksi, kemungkinan besar kesembuhan bisa dicapai hingga 90 persen.
BACA JUGA:351 Pelajar Diamankan Usai Kericuhan Demo di DPR, 196 Anak Dipulangkan
BACA JUGA:Prabowo Sudah Kantongi Nama Calon Wamenaker Pengganti Imanuel Ebenezer
"Di screening melalui mammography. Karena harapannya adalah satu. Kalau kanker payudara itu terdeteksi dini, tingkat kesembuhannya tinggi sekali," kata David.
Hal ini sejalan dengan temuan di berbagai program skrining kesehatan. Para petugas medis sering kali mendapati bahwa partisipasi pria dalam pemeriksaan kesehatan umum terkadang lebih tinggi dibandingkan wanita, kecuali dalam program yang spesifik menyasar kesehatan ibu dan anak.
Pemerintah dan berbagai organisasi peduli kanker terus berupaya mengatasi masalah ini.
Kampanye seperti "Selangkah" (Semangat Lawan Kanker) yang diinisiasi oleh Siloam Hospitals Group merupakan salah satu contoh konkret upaya jemput bola dengan menyediakan skrining mamografi gratis untuk menekan hambatan biaya dan akses.
Para ahli kesehatan menekankan pentingnya mengubah pola pikir di masyarakat. Edukasi yang masif diperlukan untuk menanamkan pemahaman bahwa pemeriksaan kesehatan rutin bukanlah untuk mencari penyakit, melainkan sebuah langkah preventif untuk memastikan kualitas hidup yang lebih baik dan lebih panjang.
BACA JUGA:Rahasia Alis Tampil Cetar Natural, Beri Kesan Efek Sulam Instan
Deteksi dini terbukti secara signifikan meningkatkan harapan hidup dan keberhasilan pengobatan kanker.
Oleh karena itu, dukungan dari lingkungan terdekat, terutama keluarga, dianggap sangat vital.
Mendorong dan mendampingi para wanita untuk berani memeriksakan kesehatan secara berkala adalah investasi terbaik untuk melindungi mereka dari ancaman kanker yang senyap namun mematikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: