Pemprov DKI Bangun Rusunawa Terintegrasi, Penghuni: Serasa Tinggal di Apartemen Modern

Pemprov DKI Bangun Rusunawa Terintegrasi, Penghuni: Serasa Tinggal di Apartemen Modern

Menyikapi fakta ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun rumah susun sewa (rusunawa), hunian berkualitas modern dan terintegrasi. --Cahyono

JAKARTA, DISWAY.ID - Punya hunian layak menjadi impian setiap orang, termasuk di kota besar seperti Jakarta.

Namun, keterbatasan lahan dan harga rumah yang terus melambung menyulitkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menyikapi fakta ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun rumah susun sewa (rusunawa), hunian berkualitas modern dan terintegrasi. 

Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, rusunawa bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tapi juga langkah strategis untuk menjadikan Jakarta sebagai kota maju, berkeadilan, dan berkarakter.

“Jakarta adalah salah satu daerah yang menggunakan sistem hunian vertikal, dan ini akan terus kita kembangkan. Mudah-mudahan hal ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo untuk menyiapkan rumah susun, karena rumah tapak di Jakarta hampir tidak mungkin,” tutur Pramono saat penyerahan kunci Rusunawa PIK Pulogadung, Jakarta Timur, Senin, 25 Agustus 2025.

BACA JUGA:Mau Tinggal di Rusunawa Green Jagakarsa? Ini Cara Daftar dan Syaratnya

Rusunawa merupakan fasilitas hunian vertikal bagi MBR. Biaya sewa dibayarkan setiap bulan.

Pemprov DKI memberlakukan aplikasi Sistem Informasi Perumahan dan Kawasan Permukiman (Sirukim) bagi calon penghuni yang ingin tinggal di rusunawa.

Tinggal unduh aplikasi kemudian isi data dan unggah dokumen yang diperlukan. 

“Tadi saya sempat bertemu dengan salah satu atlet difabel yang kini tinggal di rusun ini. Kami juga berterima kasih kepada DPRD DKI yang terus mendukung penyediaan rusunawa di Jakarta,” tambahnya.

Pramono mengajak seluruh penghuni rusunawa untuk menjaga dan merawat hunian agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Ia menyebut Pemprov DKI berkomitmen memperluas ketersediaan hunian, baik berupa hunian sewa maupun milik. 

"Upaya ini turut didukung penyaluran Kredit Perumahan rakyat Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (KPR FPPR), sehingga semakin banyak warga dapat mengakses rumah terjangkau dan berkualitas,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads