3 Sekolah Kurikulum Budi Pekerti yang Dinilai Efektif Cegah Bullying pada Anak
3 Sekolah Kurikulum Budi Pekerti yang Dinilai Efektif Cegah Bullying pada Anak---Dok. Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Kasus bullying di sekolah semakin marak dan menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, dari 114 kasus kekerasan terhadap Anak yang ditangani, 35 persen terjadi di lingkungan pendidikan.
Mirisnya, tercatat 46 anak mengakhiri hidup akibat kekerasan, di mana hampir setengahnya terjadi di sekolah.
Psikolog anak, Seto Mulyadi (Kak Seto), menilai salah satu penyebab meningkatnya perundungan adalah kuatnya pengaruh media sosial serta kurangnya keteladanan dalam lingkungan sekitar.
"Anak melihat kekerasan di sekitarnya dan menganggap hal itu wajar. Jika dibiarkan, bullying bisa menjadi lingkaran yang terus berulang,” ujarnya.
BACA JUGA:Tips Bedakan Beras Oplosan dan Beras Premium Asli, Jangan Sampai Tertipu
Dampak Buruk Bullying pada Anak
Bullying bukan hanya menyakiti korban secara fisik maupun psikis, tetapi juga bisa merusak karakter anak.
Korban bisa kehilangan semangat belajar, minder, hingga berpotensi menjadi pelaku bullying pada anak lain yang dianggap lebih lemah.
"Lingkungan yang permisif tanpa aturan tegas akan melahirkan pelaku bullying baru,” jelas Seto.
Pentingnya Peran Sekolah dalam Pencegahan
Kesalahan memilih sekolah juga dapat memperburuk kondisi. Menurut Seto, sekolah yang tidak memiliki aturan jelas dan tegas terhadap bullying akan menciptakan tradisi kekerasan.
Karena itu, orang tua perlu selektif dalam memilih sekolah yang berkomitmen pada pendidikan karakter dan perlindungan anak.
“Undang-Undang Perlindungan Anak jelas melarang segala bentuk kekerasan. Sekolah harus aktif mencegah, bukan membiarkan,” tegasnya.
BACA JUGA:Provokator Penjarahan Rumah Uya Kuya Diidentifikasi, Kini Diburu Polisi
Kurikulum Budi Pekerti Jadi Kunci
Para pakar sepakat bahwa pendidikan budi pekerti dan karakter menjadi kunci utama dalam mencegah bullying.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: