Rp 200 Triliun Mengubah Ekonomi

Rp 200 Triliun Mengubah Ekonomi

Dengan ketersediaan dana melimpah, Himbara memiliki kapasitas ekstra menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif.-Dok. Disway-

"Perbankan tiba-tiba punya uang kan pusing. Mereka pasti menyalurkan. Tapi menyalurkannya pakai kemampuan expertise mereka sendiri. Kita enggak ikut campur," urainya.

Selain itu, Purbaya juga meminta DPR dan Badan Anggaran dapat berperan aktif sebagai garda terdepan dalam mengawasi setiap penggunaan anggaran. 

Ia menekankan tujuan utamanya adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur secara merata. 

"Tolong dimonitor penyerapan anggaran kami. Kalau kebanyakan nganggur tolong dikasih tahu lagi ke kami. Jangan kayak kemarin-kemarin sudah mau runtuh ekonominya, baru kita tahu, " tukasnya. 

Sementera itu, Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah memastikan, kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengucurkan dana Rp200 triliun ke bank Himbara sudah sesuai aturan. 

Dia menjelaskan, dasar hukum yang melandasinya yakni Undang-Undang APBN Tahun 2025 Pasal 31 ayat 2 dan 3, yang menjelaskan kewenangan Kementerian Keuangan dalam hal pengelolaan saldo anggaran lebih (SAL). 

"Kalau dari sisi DPR, landasan hukumnya ada. Yakni dari Undang-Undang APBN Tahun 2025, Pasal 31 ayat 2 dan ayat 3. Sehingga bagi DPR, penempatan Rp 200 triliun itu no issue, clear," ujar Said. 

Meski demikian, ia menekankan guyuran dana itu harus menyasar sektor usaha-usaha produktif menengah ke bawah. 

Sebab jika dana tersebut lebih banyak dimanfaatkan sektor korporasi, tidak akan menimbulkan dampak ekonomi ke bawah secara signifikan. Said meminta Menteri Keuangan juga menerbitkan panduan atas kebijakan itu. 

"Seyogyanya ada PMK (Peraturan Menteri Keuangan) yang mengatur terhadap siapa saja yang berhak mendapatkan pinjaman Rp200 triliun tersebut," pungkasnya.

Efek Domino Rp200 Triliun

Injeksi likuiditas masif ini diharapkan tidak hanya menjadi pemadam kebakaran di tengah tantangan ekonomi global. 

Tetapi dapat memicu efek domino positif yang getarannya dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Di antara berbagai sektor yang menyambut baik kebijakan ini. Sektor properti menjadi salah satu yang paling optimistis. 

Real Estate Indonesia (REI), sebagai asosiasi pengembang terdepan di tanah air, menyatakan stimulus ini dapat menjadi katalisator utama untuk membuka jutaan lapangan kerja baru di seluruh Indonesia.

Wakil Ketua Umum Bidang Informasi dan Telekomunikasi Digital Properti Real Estate Indonesia (REI), Bambang Eka Jaya mengatakan kucuran Rp200 Triliun ke 5 bank Himbara ini memiliki efek domino positif. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads