Pengerahan Pasukan non Organik TNI di Kabupaten Paniai Picu Keresahan

Pengerahan Pasukan non Organik TNI di Kabupaten Paniai Picu Keresahan

Pengerahan Pasukan TNI Non Organik di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, menimbulkan polemik di tengah upaya perdamaian di Bumi Papua-Istimewa-

PAPUA, DISWAY.ID - Kehadiran pasukan non-organik TNI di Kabupaten Paniai dinilai menimbulkan keresahan di warga masyarakat. Kehadiran pasukan ini tidak disertai informasi dan koordinasi yang memadai.

Masyarakat yang baru merasakan situasi damai dan kondusif, masih trauma terhadap konflik dan kekerasan. 

BACA JUGA:Pertandingan Sengit, RTV dan BTV Melaju ke Babak Final Media Cup 2025

BACA JUGA:Wow! Kejagung Geledah Kantor PT SEI, Kasus Apa?

Menurut Yudas Nawipa anggota DPRK Kabupaten Paniai, masyarakat Paniai baru saja merasa suasana damai sedang berbenah untuk pembangunan wilayahnya. Warga sedang menata ulang kehidupan yang selalu didera konflik.

“Pasukan organik TNI-Polri dibantu dengan Satgas yang ada dan bantuan pasukan tambahan Brimob sebenarnya sudah berhasil membuat suasana wilayah kami damai dan kondusif,” ujar Yudas dalam keterangan tertulis, Jumat, 26 September 2025. 

Dia mengaku heran, di tengah upaya melaksanakan pembangunan bersama rakyatnya, tiba-tiba warga dikejutkan dengan kehadiran pasukan non-organik yang semakin intens dalam sepekan terakhir. Pasukan ini ada yang didrop di kawasan danau Paniai dengan menggunakan sejumlah speedboat.

BACA JUGA:Test Ride Langsung Motor Impian di IMOS 2025, Gratis, Ini Syaratnya!

BACA JUGA:Gawat! Direksi PT Pupuk Indonesia Abaikan Larangan Plt Menteri BUMN soal Perjalanan Dinas: Mau Sampai Kapan?

“Kami sebagai wakil rakyat saja tidak mengetahui pasukan non-organik TNI ini diterjunkan ke Paniai untuk kepentingan apa. Bahkan, sampai saat ini kami tidak bisa melakukan koordinasi dengan pasukan tersebut,” ujar Yudas.

Bukan hanya penambahan pasukan, namun juga di wilayahnya kerap dilakukan patroli tengah malam. Bahkan, di beberapa lokasi dikabarkan telah dilakukan penggeledahan dari rumah-ke-rumah.

“Ini yang membuat rakyat kami ketakutan, sehingga kini terjadi lagi gelombang pengungsian,” ujarnya.

BACA JUGA:Ruang Belajar Tamasya 2025 Resmi Diluncurkan, BKKBN Siapkan Sistem Pengasuhan Anak

Dia berharap Panglima TNI dapat memerintahkan aparatnya untuk memberikan arahan, informasi, maupun koordinasi dengan pihaknya mengenai kehadiran pasukan non-organik ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads