Kadinkes DKI: Kasus Keracunan MBG di Jakarta Tersebar di 10 Lokasi, Disebabkan Bakteri

Kadinkes DKI: Kasus Keracunan MBG di Jakarta Tersebar di 10 Lokasi, Disebabkan Bakteri

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkapkan, kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta sudah terjadi di 10 lokasi.--Cahyono

JAKARTA, DISWAY.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkapkan, kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta sudah terjadi di 10 lokasi.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, dari 10 lokasi tersebut ada sekitar 60 siswa yang keracunan MBG.

"Kejadian, kalau di Jakarta ada di 10 lokasi. Ada di 10 lokasi, tetapi sebenarnya siswa yang terdampak, yang sampai memerlukan perawatan kesehatan, di kita nggak terlalu banyak. Ada Sekitar 60-an dari seluruh lokasi. Jadi nggak yang sangat besar," kata Ani di Jakarta Utara dikutip Minggu, 5 Oktober 2025.

BACA JUGA:Kumpulkan Seluruh SPPG Cegah Keracunan, Bupati Tangerang Ingatkan Dapur MBG Harus Sesuai Standar

Ani menuturkan, berdasarkan hasil uji laboratorium, keracunan MBG disebabkan adanya bakteri pada makanan.

Ani menegaskan, pihaknya belum mendapati adanya bahan kimia pada makanan.

"Kimia kita nggak ada ya, nggak ada. Semuanya bakteri," kata Ani.

BACA JUGA:IDI Jabar Desak Evaluasi Program MBG Usai Ratusan Siswa Keracunan

Ani menuturkan, sekarang ini total ada 180 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta.

Dinkes DKI kata Ani siap memberikan pelatihan terhadap personel yang bertugas mengolah MBG agar kasus keracunan tidak terulang.

"Sekitar 8 ribu orang akan kami latih terus gitu, supaya bisa mengelola data laksana di SPPG-nya masing-masing dengan lebih baik," ucapnya.

BACA JUGA:Kasus Dugaan Keracunan MBG di Agam Sumbar, Korban Tembus 110 Orang

Selain itu Dinkes juga siap membantu pemerintah pusat dalam melakukan inspeksi kenseluruh SPPG yang ada di Jakarta.

"Jadi secara masif kita akan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan ulang," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads