Pabrik Pemasok Amunisi ke Ukraina di Amerika Meledak, Belasan Pekerja Tewas

Pabrik Pemasok Amunisi ke Ukraina di Amerika Meledak, Belasan Pekerja Tewas

Belasan pekerja tewas akibat pabrik pemasok amunisi ke Ukraina di Amerika medak pada Jumat 10 Oktober lalu.-dok disway-

JAKARTA, DISWAY.ID – Belasan pekerja tewas akibat pabrik pemasok amunisi ke Ukraina di Amerika meledak pada Jumat 10 Oktober lalu.

Ledakan yang terjadi sekitar pukul 07.45 waktu setempat ini menyebabkan pabrik pabrik yang memasok berbagai kebutuhan amunisi ke Ukraina dan berlokasi di McEwen, Tennessee, sebelah barat Nashville luluh lantah.

Chris Davis selaku Sheriff Humphreys County menyampaikan jika dalam ledakan tersebut banyak pekerja yang masih belum diketahui keberadaanya.

Sedangkan pihak pejabat setempat menyampaikan bahwa jumlah korban belum dikonfirmasi dengan pasti dan penyelidikan mungkin akan memakan waktu berhari-hari serta melibatkan lembaga-lembaga federal.

BACA JUGA:TERBONGKAR USAI LAGA! Thom Haye dan Kevin Diks Ingin STY Kembali, Erick Thohir-Patrick Kluivert Didesak Mundur

BACA JUGA:Bersama Davina Karamoy dan Patricia Gouw, Watsons Ungkap Rahasia Bertahan di Usia 19 Tahun

Pabrik Accurate Energetic Systems atau AES memproduksi serta menguji bahan peledak untuk klien pertahanan dan komersial.

Ledakan tersebut menghancurkan setidaknya satu bangunan, menyebarkan puing-puing di area sekitarnya, dan mengguncang rumah-rumah di sekitarnya.

Disebutkan jika peristiwa ini merupakan bagian dari risiko yang melekat pada ketergantungan Amerika yang semakin besar pada perusahaan swasta untuk memproduksi senjata dan bahan peledaknya.

BACA JUGA:3 Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp292.000 ke Dompet Elektronik Hari Ini, Cek Syaratnya

BACA JUGA:Prabowo Batal Umumkan Tim Reformasi Polri Pekan Ini, Ini Penjelasan Mensesneg

Insiden seperti ini pernah terjadi sebelumnya, terkadang dalam skala yang jauh lebih besar.

Jim Bates selaku Wali Kota Hickman County menyebutkan jika ledakan ini bukan kali pertama di AES dalam beberapa tahun terakhir, di mana peristiwa yang sama juga sempat terjadi pada 2014 lalu yang menyebabkan beberapa orang tewas.

Dalam penyelidikan terbaru, disebutkan sebanyak 19 orang masih hilang setelah ledakan dahsyat mengguncang pabrik tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads