Kemenhaj Gelar Pertemuan dengan Dua Syarikah Terpilih: Tegaskan Komitmen Pelayanan Aman, Nyaman dan Berkualitas

Kemenhaj Gelar Pertemuan dengan Dua Syarikah Terpilih: Tegaskan Komitmen Pelayanan Aman, Nyaman dan Berkualitas

Kementerian Haji Republik Indonesia yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan ibadah haji yang nyaman, aman, dan terjangkau bagi jamaah Indonesia-Dok.Humas Kementerian Haji dan Umrah RI-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Kementerian Haji Republik Indonesia yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan ibadah haji yang nyaman, aman, dan terjangkau bagi jamaah Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan resmi antara Gus Irfan Menteri Haji dan Umroh dengan dua Syarikah terpilih bulan September lalu yaitu, Rakeen dan Al-Bait Guest yang akan menjadi mitra utama dalam penyelenggaraan layanan bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi pada musim haji mendatang.

Dalam arahannya, Menteri Haji dan Umroh menekankan bahwa kementerian ini merupakan wajah baru integritas yang menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme.

BACA JUGA:BMKG Ungkap Dua Faktor Penyebab Suhu Panas di Indonesia Capai 37 Derajat Celcius

BACA JUGA:Pemerintah Minta PT Indobuildco Kosongkan Tanah Eks HGB Hotel Sultan

“Tidak boleh ada permainan sedikit pun dalam proses pelaksanaan haji. Tidak ada perlakuan khusus kepada pimpinan, perwakilan, maupun pihak mana pun kecuali untuk jamaah Indonesia. Haji tahun ini kita mulai dengan proses yang bersih, transparan, dan akuntabel,” tegas Gus Irfan.

Kementerian Haji juga menegaskan bahwa apabila ada pihak yang mengatasnamakan Pimpinan, ataupun kementerian untuk meminta imbalan atau fasilitas, maka hal tersebut tidak benar dan tidak dapat dibenarkan.

“Kami tidak membutuhkan perlakuan khusus. Kami akan berbaur bersama jamaah. Apabila Syarikah memperoleh keuntungan dari kerja sama ini, wujudkan lah dalam bentuk peningkatan pelayanan kepada jamaah,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Haji meminta dukungan kedua Syarikah untuk memperjuangkan lokasi terbaik bagi jamaah Indonesia di Masyair.

Selama dua tahun terakhir, jamaah Indonesia menempati zona 3 dan 4, dan kementerian menegaskan tidak ingin jamaah ditempatkan di zona 5.

BACA JUGA:Kapolda Metro Gandeng Ormas Jaga Kamtibmas, Siap Wujudkan Harmoni di Jakarta

BACA JUGA:DJ Panda Tanggapi Santai soal Kasusnya yang Naik Penyidikan atas Laporan Erika Carlina

“Kami akan dianggap gagal jika jamaah Indonesia masih ditempatkan di zona 5.

Karena itu, perjuangkanlah agar jamaah kita mendapatkan tempat terbaik,” ujar Gus Irfan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads