Penculikan dan Penganiayaan Tangsel, Dipicu Over Kredit Mobil Alphard

Penculikan dan Penganiayaan Tangsel, Dipicu Over Kredit Mobil Alphard

Kanit 3 Subdit Resmob, Kompol Kadek Dwi mengatakan awalnya ada transaksi over kredit antara pelaku MAM alias A dan N.-Tangkapan layar-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Dugaan penculikan dan penganiayaan di Tangerang Selatan ternyata berawal soal oper kredit mobil Alphard.

Kanit 3 Subdit Resmob, Kompol Kadek Dwi mengatakan awalnya ada transaksi over kredit antara pelaku MAM alias A dan N.

BACA JUGA:Wujudkan Akses Keadilan Ekonomi, Dompet Dhuafa Sukses Gelar Pelatihan Pangkas Rambut

BACA JUGA:LKC Dompet Dhuafa Ajak Siswa Sukabumi Biasakan Cuci Tangan Sejak Dini

"Jadi awalnya itu terjadi mau oper kredit mobil, Alphard awalnya. Jadi tersangka A itu kepada si N. Nah, baru dibayar 75 juta Masih hutang kurang lebih 400 juta, Dengan janji akan dioper credit," katanya kepada awak media, Sabtu 18 Oktober 2025.

Kemudian N tidak bisa membayar sisa hutangnya. Lalu A menagih. Namun, N mengaku mobilnya sudah berada di korban I.

"Nah, dalam perjalanannya si N ini ternyata tidak memenuhi kewajibannya. Dia jual lagi ke orang lain. Nah, karena lama, sudah tidak ada kejelasan, akhirnya si N ini diambil lah sama si pelaku A. Ternyata dia tidak bisa bayar, dia mengakulah mobilnya sudah dilempar ke korban yang I," ucapnya.

BACA JUGA:Setahun Kinerja Pemerintahan, Dosen Instiper Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo Berantas Korupsi dan Mafia Sawit

BACA JUGA:Air Minum ES.ER.CE Dukung Solo Run Fest 2025 sebagai Official Mineral Water

"Ya, itulah akhirnya dia kejar si I ini dengan dalih akan menjual mobil. Nah, begitu sudah di-transfer 49 juta, mau mengajak ketemuan, terus diculik itu," terangnya.

Kemudian mobil Alphard tersebut telah dijual oleh korban I tersebut.

"Dijual lagi ke orang lain, makanya itulah yang maksudnya diintrogasi itu dia mau nyari tau dimana," bebernya.

Diungkapkannya, para pelaku menculik para korban untuk menanyakan keberadaan mobil Alphard tersebut.

"Betul (Menculik mencari tahu keberadaan mobil Alphard, red). Tapi kan enggak boleh, caranya salah, salah, jadi enggak bisa kita benarkan merampas kemerdekaan orang sama melakukan penganiayaan," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads