Kadin: ASEAN Tetap Stabil di Tengah Ketegangan Geopolitik Global
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie -ist-
JAKARTA, DISWAY.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan kawasan Asia Tenggara (ASEAN) masih menjadi wilayah yang stabil dan berdaya tahan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan bahwa kawasan Indo-Pasifik kini bukan hanya menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi global, tetapi juga berada di tengah rivalitas geopolitik yang kian tajam.
“Dunia pada 2025 tengah dilanda perang terbesar dan paling mematikan di Eropa sejak 1945. Indeks Perdamaian Global 2025 mencatat 59 konflik aktif di seluruh dunia—tertinggi sejak Perang Dunia II. Namun, di tengah semua tantangan ini, ASEAN tetap menjadi titik terang. Kawasan ini tumbuh sekitar 4,6 persen pada 2024, jauh melampaui negara-negara maju,” ujar Anindya dalam keterangan pers daring, Selasa (28/10/2025).
Menurutnya, keberhasilan ASEAN menjaga stabilitas ekonomi tidak terlepas dari keterbukaannya terhadap kerja sama internasional.
“Perdagangan ASEAN dengan Amerika Serikat dan China masing-masing meningkat lebih dari 10 persen pada 2024. ASEAN tetap dan akan selalu terbuka bagi dunia usaha. Forum ini membantu kawasan memegang kendali atas wilayahnya sendiri dan memperkuat posisi sebagai jangkar stabilitas global,” kata Anindya.
Ketahanan Ekonomi Nasional Tetap Terjaga
Di tengah ketidakpastian global, Anindya juga menilai Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat.
Sepanjang Januari hingga September 2025, Indonesia mencatatkan investasi senilai 86,5 miliar dolar AS dan menciptakan 1,9 juta lapangan kerja baru. Surplus perdagangan pada periode Januari–Agustus mencapai 29,14 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan ekspor 7,72 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata 5 persen.
BACA JUGA:KTT ASEAN Plus Three, Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama Konkret dan Integrasi Kawasan
“Kadin mendukung sepertiga dari seluruh keterlibatan internasional Presiden, baik melalui inisiatif sendiri, undangan mitra, maupun atas arahan langsung Presiden,” jelas Anindya.
Ia menambahkan, Kadin Indonesia siap memperkuat diplomasi ekonomi nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto melalui konsep Indonesia Incorporated—yakni kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk membangun kawasan Indo-Pasifik yang terbuka, damai, dan makmur bagi semua.
“Kami berkomitmen menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemakmuran dan kemajuan Indonesia,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: