Korea Masters 2025: Marwan Faza/Aisyah Salsabila Gagal ke Babak 16 Besar Usai Takluk dari Wakil Korsel

Korea Masters 2025: Marwan Faza/Aisyah Salsabila Gagal ke Babak 16 Besar Usai Takluk dari Wakil Korsel

Langkah ganda campuran, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata terhenti di babak 32 besar Korea Masters 2025 usai takluk dari wakil Korsel dalam laga 3 set-Dok. PBSI-

JAKARTA, DISWAY.ID - Langkah ganda campuran, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata terhenti di babak 32 besar Korea Masters 2025 usai takluk dari wakil tuan rumah.

Hasil tersebut keluar usai pasangan unggulan kedua ini harus mengakui ketangguhan wakil tuan rumah, Wang Chan/Kim Yu Jung, dalam pertarungan tiga gim dengan skor 17-21, 21-15, 13-21 pada Rabu, 5 November 2025.

BACA JUGA:Cristiano Ronaldo Sindir Struktur Manchester United, Amorim Tak Bisa Ciptakan Keajaiban Seperti Era Sir Ferguson

BACA JUGA:MKD Nyatakan Tak Langgar Etik, Uya Kuya dan Adies Kadir Kembali Aktif di DPR

Laga berlangsung sengit sejak awal gim pertama. Marwan/Aisyah sebenarnya sempat memimpin, namun kehilangan momentum di poin-poin akhir membuat mereka tak mampu mempertahankan keunggulan.

"Sayangnya memang di gim pertama. Kami sudah punya momentum dengan keunggulan, tapi posisinya berbalik," kata Marwan dalam keterangan resmi PBSI.

Ia mengakui bahwa kekalahan tersebut disebabkan kurangnya variasi saat melakukan pola serangan.

"Kami kurang variasi pukulan, mainnya terlalu monoton. Ini yang menjadi kekurangan kami di pertandingan tadi," jelas Marwan.

BACA JUGA:ASDP Siaga Cuaca Ekstrem, Keselamatan Jadi Prioritas Utama

BACA JUGA:Semringah! 23 Tahun Berlalu, Mbak Tutut dan Hary Tanoe Capai Kesepakatan Soal TPI

Memasuki gim kedua, Marwan/Aisyah mampu bangkit dengan permainan lebih agresif dan menekan, hingga menutup gim kedua dengan skor 21-15.

Namun, pada rubber game, Wang/Kim kembali menunjukkan dominasi di depan publik sendiri dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Menurut rekan duetnya, Aisyah Salsabila Putri Pranata, menilai tekanan dari pasangan Korea membuat permainan mereka tidak berkembang.

"Kami tadi tidak bisa keluar dari tekanan sehingga permainan tidak maksimal. Di turnamen Super 300 ini, secara tenaga dan stamina kami harus diperkuat lagi. Dari variasi pola dan pukulan juga harus ditambah," jelas Aisyah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads