Kasus Ledakan SMAN 72, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Soroti Isu Bullying dan Umumkan 3 Langkah Pencegahan

Kasus Ledakan SMAN 72, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Soroti Isu Bullying dan Umumkan 3 Langkah Pencegahan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menanggapi isu dugaan bullying yang mencuat usai insiden ledakan di SMAN 72-disway.id/Fajar Ilman-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, angkat bicara terkait dugaan kasus perundungan (bullying) yang mencuat usai insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dugaan tersebut muncul setelah beredar kabar bahwa terduga pelaku merupakan korban bullying di sekolah.

Meski demikian, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.

BACA JUGA:Isi Teks Amanat Upacara Hari Pahlawan 2025, Pidato Lengkap dari Menteri Sosial RI!

BACA JUGA:Gus Ipul Bilang Soeharto Penuhi Syarat Jadi Pahlawan Nasional: Dinamika Kritik Adalah Bagian dari Proses

“Kami belum bisa memastikan apakah benar pelaku merupakan korban perundungan. Namun, apa pun motifnya, kejadian di SMA Negeri 72 ini menjadi alarm bagi kami di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperkuat beberapa hal penting,” ujarnya di RSIJ, Minggu 9 November 2025.

Menurut Mu’ti, Kemendikdasmen akan mengambil tiga langkah utama untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan di sekolah.

Langkah pertama adalah merancang Peraturan Menteri tentang Sekolah Aman. 

"Kami sedang merancang sekarang Peraturan Menteri Pendidikan Dasar Menengah tentang sekolah yang aman. Nah, termasuk sekolah aman adalah menciptakan suasana belajar aman dari segala macam bentuk kekerasan. Berbagai macam tindakan seperti yang sekarang ini terjadi," jelasnya.

Kedua, Kemendikdasmen akan mengubah paradigma pendidikan menjadi lebih humanis, komprehensif, dan partisipatif. 

BACA JUGA:Mendikdasmen akan Koordinasi dengan Kapolri Sebelum Temui Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

BACA JUGA:Pasca Ledakan SMAN 72, Prabowo Instruksikan Adanya Pembatasan Game Online

"Pendekatannya melibatkan semuanya, termasuk ada rencana kami juga nanti dalam pendekatan partisipatif ini juga melibatkan duta anti kekerasan yang kami rekrut. Kami berikan pelatihan kepada para murid itu," tutur Mu’ti.

Langkah ketiga adalah memperkuat peran guru dalam bimbingan konseling (BK). 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait