Guntur Romli: Pemberian Gelar Pahlawan Soeharto Mengkhianati Semangat Reformasi

Guntur Romli: Pemberian Gelar Pahlawan Soeharto Mengkhianati Semangat Reformasi

Politisi PDI Perjuangan, Guntur Romli menilai pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, mengkhianati amanat Reformasi-Disway.id/Anisha Aprilia-

JAKARTA, DISWAY.ID - Politisi PDI Perjuangan, Guntur Romli menegaskan bahwa pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua RI, Soeharto, tidak akan mengubah sikap politik PDI Perjuangan.

Ia menilai Pemberian gelar pahlawan nasional Soeharto, mengkhianati semangat reformasi yang menjadi fondasi utama politik Indonesia pasca-1998.

BACA JUGA:Aksi Ratusan Massa di Kantor OJK Sempat Sebabkan Kemacetan di Sejumlah Titik Jakarta

BACA JUGA:Viral! Jalan Tol Bitung Tangerang Diterobos Pemotor Saban Hari, Kok Bisa?

"Tidak ada perubahan, keputusan Kongres PDI Perjuangan VI 2025 berada di luar pemerintahan, sebagai politik penyeimbang. PDI Perjuangan berkoalisi dengan rakyat," ujar Guntur Romli saat dikonfirmasi, Selasa 11 November 2025.

Namun, Guntur menyoroti bahwa langkah pemerintah memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto justru bertentangan dengan nilai-nilai reformasi. 

"Mengkhianati reformasi. Padahal semua parpol itu berutang budi pada Reformasi 98. Tidak ada parpol-parpol kalau tidak ada Reformasi 98, termasuk Partai Golkar di awal Reformasi berusaha keras cuci tangan dari Soeharto & Cendana tapi sekarang malah menjilat dgn mendukung Soeharto sebagai pahlawan," tegasnya.

Guntur juga mengingatkan publik untuk kembali menelusuri sejarah politik pascareformasi. Dimana, partai yang aktif saat ini merupakan buah hasil reformasi 98.

BACA JUGA:Isi Survei dan Main Game Bakal Ditransfer Saldo DANA Gratis Rp255.000 dari Aplikasi Penghasil Uang, Cek Cara Klaimnya di Sini!

"Silakan baca lagi berita-berita politik di awal reformasi bagaimana Akbar Tanjung & Golkar saat itu berusaha keras dgn menjauhkan dari Soeharto & Cendana. Semua parpol berhutang budi pada Reformasi 98. Kalau masih ada Soeharto, tidak akan ada parpol-parpol," paparnya.

Diketahui, Presiden RI ke-2 Soeharto resmi menyandang sebagai pahlawan nasional.

Penganugerahan itu dilakukan di Istana Negara pada Senin, 10 November 2025.

Soeharto diberikan gelar pahlawan nasional karena telah berjasa di masa kemerdekaan.

"Soeharto merupakan pahlawan bidang perjuangan. Jenderal Soeharto menonjol sejak masa kemerdekaan," demikian kata Sesmilpres.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads