Fans Italia Panik Usai Dibantai Norwegia, Trauma Playoff Menghantui Azzurri

Fans Italia Panik Usai Dibantai Norwegia, Trauma Playoff Menghantui Azzurri

Fans Italia Khawatir Azzurri Gagal ke Piala Dunia-@azzurri-Instagram

JAKARTA, DISWAY.ID - Para pendukung Timnas Italia meninggalkan Stadion San Siro dengan wajah muram setelah Azzurri menelan kekalahan telak 1-4 dari Norwegia pada laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2026, Minggu malam.

Hasil ini membuat Italia kembali bersiap menghadapi fase yang paling mereka takuti: babak playoff.

Italia sebenarnya membutuhkan kemenangan dengan selisih sembilan gol untuk merebut kembali puncak Grup I dari Norwegia dan mengamankan tiket langsung ke putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Tugas tersebut memang nyaris mustahil, namun publik tuan rumah tetap berharap setidaknya ada kemenangan pelepas kecewa. Sayangnya, Azzurri justru kembali tersandung dan gagal meraih hasil positif.

BACA JUGA:Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa: Italia Dibantai Norwegia Bikin Gagal Lolos Langsung, Inggris dan Prancis Ngamuk!

Sebagai juara dunia empat kali, terakhir pada 2006, Italia kini menghadapi skenario sulit.

Mereka harus memperjuangkan tiket ke putaran final melalui jalur playoff pada Maret mendatang, demi menghindari absen untuk ketiga kalinya secara beruntun di Piala Dunia.

Bagi Italia, playoff bukan tempat yang menyenangkan. Mereka melewatkan dua edisi terakhir—Rusia 2018 dan Qatar 2022—setelah kalah di fase tersebut.

“Rasanya menyakitkan jika kami kembali melewatkan Piala Dunia. Kami baru dua kali mencapai fase gugur pada 2010 dan 2014, dan sejak itu seakan tidak bangkit,” ujar Luca Raggi, seorang konsultan berusia 54 tahun.

Kekhawatiran suporter sudah muncul sejak Italia kalah 0-3 dari Norwegia pada pertemuan pertama Juni lalu—hasil yang membuat Luciano Spalletti digantikan oleh Gennaro Gattuso.

BACA JUGA:Ketiban Durian Runtuh! Wonderkid PSV Eligible Bela Timnas Indonesia, Media Italia Viralkan Aksi Jay Idzes

Publik Italia semakin pesimistis karena tim saat ini dinilai minim pemain bintang. Selain Gianluigi Donnarumma, sulit menemukan sosok kelas dunia yang dapat menjadi pembeda.

“Pertandingan ini sebenarnya hadiah ulang tahun anak saya yang berusia 10 tahun. Dia senang menonton Italia, meskipun lebih excited melihat Erling Haaland,” kata jurnalis Andrea Saronni, 57 tahun.

Bagi sebagian suporter yang sudah menonton Italia sejak era keemasan yang membawa mereka ke final 1982, 1994, dan 2006, performa Azzurri saat ini terasa jauh dari standar. Banyak yang menilai negara lain kini lebih unggul dalam mencari dan membina talenta muda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads