Prestasi Kampus, Harapan Bangsa
Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)--
BACA JUGA:Pahlawan Baru di Zaman Ilmu
Ini menunjukkan dua hal: pertama, PTKIN telah memasuki orbit global dan kedua, model integrasi ilmu–agama Indonesia mulai diakui dunia.
Faktanya, UIN Jakarta kini satu kluster dengan perguruan tinggi kelas dunia seperti: Cornell University (AS), Johns Hopkins University (AS), Freiburg University (Jerman), University of Queensland (Australia), University of Warwick (Inggris), dan Tilburg University (Belanda).
Ini adalah leapfrogging akademik—lompatan besar yang tidak banyak diketahui publik.
Hal ini sekaligus menegaskan bahwa peran PTKIN dalam diplomasi intelektual Indonesia semakin penting.
Saya selalu menekankan kepada sivitas kampus: “Mari jadikan riset, inovasi, dan kemitraan internasional sebagai DNA UIN Jakarta.”
Karena itulah: laboratorium diperkuat, publikasi internasional ditingkatkan, jejaring global diperluas, mahasiswa didorong mengembangkan kompetensi lintas disiplin, dan budaya akademik dijaga dengan integritas.
BACA JUGA:Gelombang Suksesi: Mencari Talenta yang Tepat untuk Mencapai Keberlanjutan
BACA JUGA:Tiga Kelebihan Bauran BBM dengan Etanol
QS Ranking mustahil dicapai tanpa ekosistem riset yang hidup.
Pencapaian ini bukan prestasi saya pribadi, tetapi buah kerja kolektif: kementerian, dosen, mahasiswa, staf, alumni, hingga mitra internasional.
SDM Unggul: Obor Generasi Emas
Apa arti semua ini bagi Indonesia? Sederhana: Bangsa ini sedang menggeser fondasinya dari negara yang mengandalkan sumber daya alam menjadi negara yang bertumpu pada sumber daya manusia.
Dunia tengah mengalami krisis etika teknologi, polarisasi politik, dan disrupsi AI.
Dalam situasi ini, Indonesia tidak boleh hanya mencetak orang pintar—kita perlu mencetak orang benar, yang mampu memimpin dunia dengan hati nurani.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: