Prestasi Kampus, Harapan Bangsa
Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)--
UIN Jakarta, dengan tradisi integrasi iman–ilmu, memiliki posisi strategis untuk berkontribusi pada masa depan itu. Futurolog Alvin Toffler pernah menulis: “Kebutaan masa depan lahir dari pendidikan yang hanya mengajarkan apa yang sudah lewat.”
BACA JUGA:Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia
BACA JUGA:Memperkuat Ketahanan Komunitas
Karena itu, perguruan tinggi harus mendidik mahasiswa untuk mengantisipasi masa depan, bukan sekadar menghafal masa lalu.
Pencapaian UIN Jakarta di QS WUR Asia 2026 adalah kabar baik bagi Indonesia.
Ini bukan euforia sesaat, tetapi penanda arah perjalanan panjang membangun SDM unggul.
Dengan posisi di jajaran kampus global, PTKIN kini menunjukkan: bahwa integrasi ilmu–agama adalah kekuatan, bahwa riset dan keadaban bisa berjalan beriringan, bahwa Indonesia mampu bersaing di panggung internasional, dan bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi yang mencintai ilmu sekaligus memegang teguh nilai moral.
Generasi Emas 2045 tidak lahir dari slogan, melainkan dari universitas yang bekerja keras setiap hari—meneliti, mengajar, membimbing, dan menempa karakter mahasiswanya.
Capaian QS Ranking ini adalah salah satu lilin kecil yang menerangi jalan menuju masa depan itu. Dan tugas kita bersama adalah memastikan lilin itu tidak padam.
BACA JUGA:Wakil Kepala Daerah Sebaiknya Dihapus, Boros dan Tak Efisien
BACA JUGA:Momentum Sumpah Pemuda: Generasi Muda Anti Narkoba
Justru bertambah terang.
*Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)*
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: