Satgas Pangan Polri Salurkan 4.634 Ton Beras SPHP ke Papua Raya
Pemerintah melalui Satgas Pengendalian Harga Beras menyalurkan 4.634 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke wilayah Papua Raya-Istimewa-
Hasil evaluasi harian, mingguan, dan bulanan menunjukkan harga beras nasional turun dan kini berada di bawah HET di sebagian besar wilayah Indonesia.
Namun, kondisi berbeda terjadi di Papua Raya, di mana harga masih bertahan di atas HET meski menunjukkan penurunan.
Satgas mengungkap sejumlah faktor penyebab tingginya harga beras di Papua Raya, antara lain:
Akses geografis sulit, terutama di wilayah pegunungan
Biaya transportasi bisa naik dua kali lipat, terutama melalui udara
Bandara perintis memiliki kapasitas muatan rendah (±1,25 ton)
Sebanyak 28 kota/kabupaten belum memiliki gudang Bulog
Cuaca ekstrem dan potensi gangguan keamanan
Tol Laut Dioptimalkan
Untuk mengatasi masalah distribusi dan harga, Satgas menerapkan langkah strategis, termasuk:
- Menambah trayek dan frekuensi Tol Laut, Jembatan Udara, dan Perintis Darat
- Membangun 32 gudang filial, termasuk memanfaatkan aset Polri, Pemda, KPU, dan masyarakat
- Menanggung biaya logistik melalui mekanisme Harga Pembelian Beras (HPB) agar Bulog tidak terbebani
- Melakukan intervensi penyaluran 4.634 ton beras SPHP di 42 kabupaten/kota Papua Raya
Beras dikirim menggunakan moda transportasi berbeda sesuai kondisi wilayah:
Darat untuk wilayah terakses truk (Jayapura, Merauke, Sorong, Wamena, dll.)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: